Ikuti Kami

Wibowo Prasetyo Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah hingga Krisis Penghulu

Wibowo menekankan bahwa pondok pesantren dan madrasah swasta merupakan pilar utama pendidikan karakter masyarakat.

Wibowo Prasetyo Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah hingga Krisis Penghulu
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, melakukan kunjungan reses ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung pada Rabu (25/2/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, legislator dari Dapil Jawa Tengah VI ini menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari nasib guru madrasah swasta hingga krisis Sumber Daya Manusia (SDM) di Kantor Urusan Agama (KUA).
Memperjuangkan Kesejahteraan Guru Madrasah

Wibowo menekankan bahwa pondok pesantren dan madrasah swasta merupakan pilar utama pendidikan karakter masyarakat. Namun, ia menyayangkan kondisi kesejahteraan para pendidik di sektor tersebut yang dinilai masih jauh dari kata ideal.

Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo

"Madrasah swasta berkontribusi besar dalam pendidikan keagamaan. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa kesejahteraan sebagian gurunya masih jauh dari ideal. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk dalam kebijakan anggaran di tingkat pusat," tegas Wibowo.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kemenag Temanggung, Fatchur Rochman, mengakui bahwa banyak guru madrasah swasta yang masih berstatus non-sertifikasi dengan penghasilan terbatas. Pihaknya pun berharap adanya kebijakan afirmatif untuk menjamin kesejahteraan mereka.

Krisis SDM di KUA dan Regenerasi Penghulu

Isu lain yang menjadi perhatian serius Wibowo adalah minimnya tenaga penghulu di KUA. Banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun tanpa diimbangi dengan ketersediaan SDM pengganti yang memenuhi syarat fungsional menjadi kendala utama layanan publik.

"Pelayanan di KUA menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pencatatan nikah hingga bimbingan keluarga. Jika SDM terbatas, kualitas layanan pasti terdampak. Regenerasi dan pemenuhan formasi harus menjadi prioritas," ujar Wibowo.

Fatchur Rochman membenarkan adanya tantangan tersebut. Menurutnya, kekurangan penghulu terjadi karena faktor pensiun, sementara pegawai yang ada masih dalam proses pemenuhan syarat administratif dan kompetensi jabatan fungsional.

Usai dari Kantor Kemenag, Wibowo Prasetyo melanjutkan kunjungannya ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Temanggung. Ia diterima langsung oleh Kepala Kantor, Eko Widodo, untuk membahas detail kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak

Wibowo meminta penjelasan rinci mengenai pembentukan kelompok terbang (kloter), pelaksanaan manasik, hingga kesiapan kesehatan jemaah.

"Persiapan teknis memang harus matang, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan mental dan fisik jemaah. Edukasi mengenai kesehatan harus terus dilakukan agar jemaah dapat berangkat dalam kondisi prima," pesan Wibowo.

Pihak Kemenhaj Temanggung memastikan seluruh tahapan, mulai dari dokumen administrasi hingga pemantauan kesehatan jemaah, telah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Quote