Boyolali, Gesuri.id – Anggota Komisi XI DPR RI, Didik Haryadi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Bawaslu Kabupaten Boyolali di kediamannya, Rabu (15/4/2026).
Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda Konsolidasi Demokrasi sesuai Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026, yang bertujuan memperkuat penyelenggaraan pemilu meski sedang berada di luar tahapan resmi.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Didik Haryadi mengapresiasi terhadap langkah proaktif Bawaslu dalam merangkul berbagai pemangku kepentingan.
"Sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan pemangku kepentingan, termasuk unsur legislatif, sangatlah krusial. Ini adalah modal utama kita dalam memperkuat kualitas demokrasi ke depan," ujar Didik.
Ia menilai bahwa pengawasan pemilu tidak bisa hanya bertumpu pada satu lembaga, melainkan butuh dukungan politis dan sosial agar tercipta ekosistem politik yang sehat.
Selain membahas penguatan kelembagaan, diskusi tersebut menyoroti urgensi sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat. Didik dan Bawaslu sepakat bahwa masyarakat perlu dibekali pemahaman yang kuat untuk menjadi pemilih yang cerdas.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut antara lain:
1. Pencegahan Politik Uang: Membangun integritas pemilih agar kebal terhadap praktik transaksional.
2. Lawan Disinformasi: Mengedukasi publik agar kritis dalam menyaring informasi dan berita bohong (hoaks).
3. Partisipasi Publik: Meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan demokrasi.
Baca: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko
Sedangkan Bawaslu Kabupaten Boyolali menegaskan bahwa pendidikan politik yang berkelanjutan adalah kunci utama untuk menciptakan pemilih yang kritis dan berintegritas.
Melalui dukungan dari tokoh masyarakat dan anggota legislatif seperti Didik Haryadi, diharapkan jangkauan edukasi politik dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat Boyolali.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mewujudkan iklim demokrasi yang jujur, adil, dan transparan di masa mendatang.

















































































