Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi banjir rob yang dapat terjadi saat fenomena Supermoon.
“Intensitas Supermoon yang kini semakin sering berpotensi memicu pasang air laut dan dampak cuaca ekstrem lainnya,” katanya kepada wartawan Sabtu (3/1/2025)
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan, fenomena Supermoon tidak lagi terjadi sesekali seperti sebelumnya.
Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak
Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa ini dapat muncul beberapa kali dalam setahun, sehingga risiko kenaikan muka air laut dan genangan di wilayah pesisir Jakarta perlu diantisipasi lebih serius.
“Supermoon sekarang bukan lagi fenomena yang jarang. Dulu mungkin hanya sekali setahun, sekarang bisa terjadi beberapa kali,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemantauan kondisi lingkungan dan langkah pencegahan sejak dini, terutama terhadap permukiman warga yang tergolong rentan.
“Selain ancaman banjir rob, Yuke juga mengingatkan potensi bahaya lain, seperti angin puting beliung dan pohon tumbang,” jelasnya.
Baca: Ganjar Pranowo Belum Pastikan Maju Pada Pilpres 2029
Menurutnya, pemeriksaan terhadap bangunan yang rawan terdampak angin kencang serta kondisi pepohonan di lingkungan permukiman perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Yuke menegaskan, mitigasi risiko bencana merupakan tanggung jawab utama Pemprov DKI Jakarta.
“Oleh karena itu, kami mendorong adanya koordinasi yang lebih solid antara seluruh mitra kerja dan instansi terkait, khususnya dalam penanganan potensi banjir rob di kawasan pesisir ibu kota,” pungkasnya.

















































































