Simalungun, Gesuri.id - Calon Bupati Simalungun usungan PDI Perjuangan H. Anton Achmad Saragih menyampaikan tekad untuk bangun dan wujudkan Kabupaten Simalungun untuk menjadi Kabupaten dengan konsep smart city agar memudahkan pelayanan bagi masyarakat Simalungun.
Baca: Puan Harap Istiqlal Pusat Ibadah, Dakwah & Simbol Persatuan
Dalam upaya mewujudkan smart city, H. Anton mengungkapkan akan membuat aplikasi Semangat Baru Simalungun (SBS). Aplikasi SBS diciptakan untuk mempermudah masyarakat Simalungun untuk mengakses dan mengurus pelayanan publik di Kabupaten Simalungun.
“Smart city bisa dibangun di Simalungun ini. Kenapa tidak? Kita akan siapkan aplikasi serba guna, namanya SBS. Buat apa? Nah, aplikasi SBS ini bisa untuk mengakses dan mengurus pelayanan apapun agar lebih mudah bagi masyarakat Simalungun,” ucap H. Anton saat ditemui di kediamannya di Kompleks Griya Hapoltakan Raya, Sondi Raya, Kecamatan Raya, baru-baru ini.
Melalui aplikasi SBS, H. Anton melanjutkan, masyarakat Simalungun dapat mengurus pelayanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi pusat pemerintahan kabupaten, pengaduan dan pelaporan pelayanan.

“Aplikasi SBS terdapat program untuk mengakses dan mengurus administrasi kependudukan, seperti KK, KTP, Akta. Nah, kalo ada keluhanan terkait pelayanan pemerintah yang kurang baik, bisa langsung dilaporkan di kolom pengaduan. Aplikasi SBS ini juga ada kolom usulan pembangunan dari masyarakat. Artinya, lewat aplikasi SBS kita ingin masyarakat aktif, baik untuk mengawasi dan ikut serta berpartisipasi di dalamnya,” pungkas H. Anton.
Cabup nomor urut 4 itu juga menjelaskan bahwa di aplikasi SBS terdapat informasi terkait lowongan kerja dan berbagai program pelatihan kerja bagi masyarakat Simalungun.
Baca: Hendrawan: UU Cipta Kerja Bisa Saja Direvisi Terbatas
“Untuk para pencari kerja pun kami siapkan informasinya di sini. Mereka bisa mengaksesnya dan mendaftarkan diri pada program pelatihan yang disediakan. Jadi melalui aplikasi SBS ini, kita bisa mengakses semua hal tentang Simalungun. Kita tidak perlu lagi kartu ini kartu itu yang ujungnya tidak terpakai. Cukup satu aplikasi dan terjangkau semua,” katanya.
Cabup yang berpasangan dengan Rospita Sitorus itu menyadari bahwa masih ada beberapa wilayah di Kabupaten Simalungun yang blank spot dan akan melakukan kerja sama dengan perusahaan transmisi untuk mengatasinya.
“Kita menyadari masih ada daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan internet. Kita bisa atasi itu dengan membangun kerja sama yang baik dengan perusahaan-perusahaan pemilik transmisi yang ada. Harapannya jaringan bagus, aplikasi SBS beroperasi, Simalungun Smart City terwujud,” tutupnya.

















































































