Ikuti Kami

Banteng Kabupaten Jembrana Tolak Pilkada Dipilih DPRD 

Kader tidak boleh hanya hadir saat momentum politik lima tahunan, melainkan harus menyatu dengan kehidupan rakyat sehari-hari.

Banteng Kabupaten Jembrana Tolak Pilkada Dipilih DPRD 
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan, kekuatan partai sejatinya terletak pada keberadaan kader di tengah masyarakat. 

”Kader tidak boleh hanya hadir saat momentum politik lima tahunan, melainkan harus menyatu dengan kehidupan rakyat sehari-hari,” jelasnya, Minggu (4/1).

Baca: Ganjar-Risma Pimpin Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana

Menurut Kembang, kader PDI Perjuangan dituntut menjalankan peran ideologis sebagaimana ajaran Bung Karno. Kader harus mampu menjadi “otak” partai dengan pemikiran yang berpihak pada kemajuan daerah dan kebesaran partai, sekaligus menjadi “mata” yang peka membaca dinamika serta suara masyarakat.

Tidak hanya itu, kader juga harus menjadi “otot” partai yang bekerja nyata. Kehadiran kader, tegasnya, harus dirasakan langsung oleh rakyat, baik dalam kondisi sulit maupun saat kebahagiaan.

“Di mana rakyat menangis dan tertawa, kader harus hadir di sana. Dalam susah dan senang, negara dan rakyat harus kita dampingi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kerja politik yang sejati adalah pengabdian yang berkelanjutan. Kader diminta tidak bersikap musiman atau hanya aktif menjelang pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah. 

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Kembang juga menegaskan sikap politik PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana yang menolak pemilihan bupati dan wakil bupati melalui DPRD. Partai berlambang banteng moncong putih itu tetap konsisten mendorong pilkada langsung sebagai perwujudan kedaulatan rakyat.

“Rakyatlah yang berhak menentukan pemimpinnya. Karena itu, kami mendorong pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Quote