Jakarta, Gesuri.id - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memastikan kesiapan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyambut para kafilah dan tamu dari berbagai daerah.
"MTQ Nasional ini adalah hajatan kita bersama. Masyarakat Kota Semarang juga menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraannya," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Jumat (4/9/2026).
Agustina mengatakan persiapan arena dan berbagai sarana pendukung MTQ Nasional terus dilakukan. Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada lokasi perlombaan, tetapi juga bergerak hingga tingkat wilayah dengan melibatkan camat, lurah, dan masyarakat.
Ia menyebut persiapan kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima yang menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional XXXI telah mencapai sekitar 90 persen.
Pengecekan sarana dan prasarana juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan terpenuhi, mulai dari dukungan listrik, air, jaringan internet hingga kebersihan kawasan.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI akan berlangsung di sejumlah arena yang tersebar di Kota Semarang. Sementara itu, acara pembukaan dan penutupan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima.
Karena kegiatan berlangsung di berbagai lokasi, Agustina menegaskan persiapan juga dilakukan hingga tingkat wilayah melalui peran camat dan lurah. Keduanya didorong untuk menggerakkan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Camat dan lurah turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar arena sekaligus mempersiapkan sambutan bagi para kafilah dan tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu bentuk keterlibatan masyarakat diwujudkan melalui gerakan resik-resik masjid yang telah dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Mei dengan melibatkan 177 masjid yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Semarang.
Tahap kedua dilanjutkan pada akhir Agustus 2026 dengan fokus pada masjid dan kawasan yang berada di sekitar arena MTQ Nasional.
Kesiapan masyarakat juga terlihat melalui penataan lingkungan, pemasangan spanduk, serta penjor sebagai bentuk sambutan kepada para peserta dan tamu yang akan hadir di Kota Semarang.
Dari sisi pelayanan kesehatan, Pemkot Semarang juga menyiapkan posko kesehatan di 12 arena perlombaan. Dukungan tersebut melibatkan 40 puskesmas dan 18 rumah sakit yang bekerja dalam dua sif.
Selain itu, posko kesehatan satelit juga disiapkan di sekretariat penyelenggaraan untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan selama rangkaian MTQ Nasional dapat ditangani dengan baik.
Agustina berharap keterlibatan berbagai unsur dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI tidak hanya memastikan kelancaran acara, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Semarang.
Ia ingin para kafilah dan tamu yang datang dapat merasakan keramahan masyarakat, kenyamanan fasilitas, serta suasana Kota Semarang selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
"Harapannya, MTQ ini membawa keberkahan bagi Kota Semarang. Semoga semangat persatuan, kecintaan terhadap Al Quran, pembinaan generasi muda, dan manfaat bagi masyarakat dapat terus dirasakan setelah rangkaian MTQ selesai," katanya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemkot Semarang berharap MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni baca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta meninggalkan manfaat sosial dan spiritual yang berkelanjutan bagi masyarakat.

















































































