Ikuti Kami

Cegah Bunuh Diri, Hendro Dwi Cahyono Ajak Warga Peduli Lingkungan

Ada beberapa kasus bunuh diri di lingkungan akademik terjadi akibat depresi maupun persoalan kesehatan mental.

Cegah Bunuh Diri, Hendro Dwi Cahyono Ajak Warga Peduli Lingkungan
Hendro Dwi Cahyono saat memeringati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia di kawasan Car Free Day (CFD), Patung Kuda, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (6/9/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendro Dwi Cahyono mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sebagai salah satu upaya mencegah kasus bunuh diri dan membangun dukungan bagi masyarakat yang mengalami persoalan kesehatan mental.

"Ada beberapa kasus bunuh diri di lingkungan akademik terjadi akibat depresi maupun persoalan kesehatan mental. Kepedulian dan dukungan masyarakat seperti dengan mengajak bicara itu penting, supaya mereka yang terkadang sendirian di kos itu tidak merasa sendirian," kata Hendro Dwi Cahyono saat memeringati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia di kawasan Car Free Day (CFD), Patung Kuda, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (6/9/2026).

Menurut Hendro, Semarang merupakan salah satu kota pendidikan terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Banyak perantau yang datang untuk menempuh studi maupun bekerja dan terkadang menghadapi dinamika persoalan sosial yang cukup kompleks, termasuk persoalan kesehatan mental.

Hendro menuturkan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama. Sejumlah mahasiswa maupun masyarakat yang datang untuk bekerja hidup jauh dari keluarga. Sebagian tinggal di rumah kos dan menjalani kehidupan secara mandiri sehingga tidak selalu memiliki sistem dukungan dari keluarga.

"Karena itu, masyarakat dinilai perlu membangun support system atau sistem dukungan sosial di lingkungan masing-masing. Melalui kegiatan tersebut, kami mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya dan tidak ragu memberikan dukungan maupun mengarahkan seseorang untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi persoalan kesehatan mental," ujarnya.

Kampanye pencegahan bunuh diri yang dilakukan komunitas perempuan penggerak akar rumput tersebut mengusung tema “Bersama Kita Peduli, Bersama Kita Mencegah, Bersama Kita Hidup”. Sejumlah anggota komunitas membawa kertas berisi pesan kepada masyarakat dan pengunjung CFD.

Beberapa pesan yang disampaikan antara lain “Minta Tolong Bukan Berarti Lemah, Minta Tolong Adalah Kekuatan”, “Jangan Menyerah Kamu Berharga”, “Pelukan Gratis”, “Your Story is Not Over Girl”, dan “Women Support Women”. Selain menyampaikan pesan kampanye, mereka juga membagikan telur rebus secara gratis kepada pengunjung CFD.

Telur tersebut dikemas dalam kantong plastik yang bertuliskan “World Suicide Prevention Day”. Dalam kegiatan tersebut, komunitas perempuan penggerak akar rumput turut mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk saling memberikan dukungan.

Hendro menegaskan ingin mengedukasi masyarakat agar tidak mengabaikan orang-orang di sekitarnya yang sedang menghadapi persoalan kehidupan, depresi maupun masalah kesehatan mental.

"Edukasi kepada masyarakat diperlukan agar mereka yang sedang menghadapi persoalan tidak merasa sendirian dan mengetahui bahwa ada tempat untuk bercerita maupun meminta pertolongan," ungkapnya.

Ia juga mendorong masyarakat yang sebelumnya tidak peduli menjadi lebih peka terhadap kondisi orang lain. Kepedulian itu tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dengan hadir, mendengarkan dan mengajak berbicara.

Hendro juga menekankan pentingnya mengubah pandangan bahwa depresi dan persoalan kesehatan mental merupakan sesuatu yang memalukan atau menjadi aib.

Sementara itu, salah seorang pengunjung CFD, Yuni, mengaku menerima telur dan sempat berpelukan dengan salah satu anggota komunitas.

"Persoalan kesehatan mental memang perlu menjadi perhatian penting, karena bisa menjadi penyebab terjadinya bunuh diri. Kampanye semacam ini sangat baik, perlu terus digencarkan supaya masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar," pungkasnya.

Quote