Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI Daerah Pemilihan Bali dari fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta, memberikan apresiasi kepada prajuru, tokoh adat, dan panitia karya di Pura Manik Mas Toyo, Banjar Adat Umadiwang, Cau Belayu, Tabanan, atas komitmen mereka dalam memilah sampah saat kegiatan keagamaan.
“Memilah itu sangat sederhana, tidak ruwet, tidak menambah waktu. Hanya butuh komitmen, lalu pikiran dan tangan digerakkan,” kata I Nyoman Parta, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan Nyoman Parta melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menilai langkah yang dilakukan pengempon Pura Manik Mas Toyo patut menjadi contoh karena menunjukkan kesadaran lingkungan dapat diintegrasikan dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan tanpa mengurangi kekhidmatan upacara.
Menurutnya, persoalan sampah kerap dianggap rumit dan membutuhkan biaya besar, padahal inti dari pengelolaan sampah dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat individu dan komunitas.
Ia menjelaskan pemilahan tidak memerlukan prosedur yang berbelit-belit.
Ia memaparkan, sampah organik cukup dipisahkan untuk kemudian dikelola atau dikomposkan, sampah plastik dikumpulkan secara terpisah untuk didaur ulang, sementara residu dibawa ke tempat pengolahan akhir. Dengan pola tersebut, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat ditekan secara signifikan.
Lebih jauh, Nyoman Parta menegaskan pura seharusnya menjadi pusat pencerahan dalam merawat alam. Dalam pandangannya, nilai-nilai spiritual dalam tradisi Hindu Bali sangat erat dengan penghormatan terhadap alam semesta.
Ritual persembahan dalam Agama Hindu Bali, menurutnya, sejatinya berkiblat pada alam seperti gunung, danau, sungai, pohon, hingga satwa. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar pura merupakan bagian tak terpisahkan dari praktik keagamaan itu sendiri.
Ia menilai, jika kesadaran tersebut terus diperkuat, maka pura tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi ekologis bagi umat dan masyarakat sekitar. Spiritualitas dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan sebagai satu kesatuan nilai.
Nyoman Parta pun berharap kebiasaan baik memilah sampah saat kegiatan keagamaan di Pura Manik Mas Toyo dapat menginspirasi pura-pura lainnya di Bali. Dengan demikian, gerakan menjaga lingkungan dapat tumbuh dari ruang-ruang spiritual dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Komitmen sederhana untuk memilah sampah, jika dilakukan bersama-sama, akan membawa dampak nyata bagi kelestarian Bali sebagai pulau yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga harus tetap lestari alamnya.

















































































