Ikuti Kami

Komponennya Diimpor dari AS, Vaksin Nusantara Seperti Mobnas

Menurut Ronas, ada dua hal terkait Vaksin Nusantara yang perlu dikaji lebih lanjut, yaitu Kesehatan dan Keuangan.

Komponennya Diimpor dari AS, Vaksin Nusantara Seperti Mobnas
Kader PDI Perjuangan Ronas Pardianto.

Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan Ronas Pardianto mengungkapkan pendapatnya terkait polemik mengenai vaksin Covid-19, yang bernama Vaksin Nusantara.

Menurut Ronas, ada dua hal terkait Vaksin Nusantara yang perlu dikaji lebih lanjut, yaitu Kesehatan dan Keuangan.

"Yang pertama,Kesehatan, biarlah dunia medis yang membahasnya," ujar Ronas, baru-baru ini. 

Baca: Vaksin Nusantara, Rahmad Sayangkan Sikap UGM

"Sedangkan saya menanyakan yang kedua, Keuangan," tambahnya. 

Mantan Ketua DPN REPDEM Bidang Hubungan Luar Negeri itu pun mengingatkan publik tentang proyek Mobil Nasional (Mobnas) yang diluncurkan pada 1996. Kala itu, Mobnas lahir dengan jargon iklan "Lahir Dengan Mutu Internasional".

Dan di kemudian hari, rakyat akhirnya mengetahui bahwa kendaraan tersebut produksi KIA Motor dari Korea Selatan.

"Lalu mengapa disebut 'Mobil Nasional' ? Ada fasilitas hingga anggaran negara di situ. Maka banyak negara, mulai dari negara negara Eropa, Jepang hingga A.S. memprotes keras dan membawa permasalahan tersebut hingga W.T.O. ( World Trade Organization )," ujar Ronas. 

Ronas melanjutkan, dengan menggunakan sebutan 'Nasional' atau sejenisnya, bermakna proyek itu tak sembarangan. Kalau produk dari proyek itu bukan benar-benar buatan dalam negeri, bahkan sebaliknya impor, berarti ada pemanfaatan fasilitas hingga anggaran negara. 

"Di sini, PT. Timor Putra Nasional mendapat keistimewaan dengan pembebasan pajak barang mewah hingga 60%," ujar Ronas. 

Lalu, bagaimana dengan Vaksin Nusantara ? 

Menurut Ronas, tim harus menjelaskan secara terbuka dari hulu ke hilir terkait vaksin tersebut. Mulai dari asal usul bahan baku, hingga akhirnya menjadi vaksin.  

Ronas mengingatkan, jangan sampai pola Mobnas terkait fasilitas dan anggaran negara terulang dalam Vaksin Nusantara. 

"Apalagi nanti muncul iklan baru 'vaksin dengan Mutu Internasional'," sindir Ronas. 

Seperti diketahui,  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat (USA).

Baca: Dewi Aryani: Vaksin Nusantara Perlu Dukungan Semua Pihak

Komponen yang dimaksud berupa antigen, Granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF), medium pembuatan sel, dan alat-alat persiapan.

"Semua komponen utama pembuatan vaksin dendritik ini di impor dari USA," kata Kepala BPOM Penny K Lukito melalui keterangan tertulis.

BPOM menjelaskan bahwa antigen SARS COV-2 Spike Protein yang dipakai dalam penelitian ini merupakan produksi Lake Pharma, California, USA. Kemudian GM-SCF juga diproduksi oleh Sanofi dari USA.

Pengembangan dan uji klinis vaksin Nusantara sendiri merupakan kerjasama antara PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bersama AIVITA Biomedical asal USA, Universitas Diponegoro, dan RSUP dr. Kariadi Semarang.

Quote