Ikuti Kami

Makna Filosofis Monumen Kudatuli: Simbol Kasih Ibu dan Api Abadi Perjuangan

Patung karya Dolorosa Sinaga menggambarkan sosok "Ibu Peradaban" yang merangkul para korban sebagai simbol kasih ibu yang tak pernah padam.

Makna Filosofis Monumen Kudatuli: Simbol Kasih Ibu dan Api Abadi Perjuangan

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengungkapkan makna filosofis Monumen Kudatuli yang diresmikan di halaman Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurutnya, monumen tersebut menjadi simbol harapan, kasih ibu, serta semangat perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan.

Djarot menjelaskan, monumen lahir dari refleksi atas tragedi Kudatuli yang menjadi bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia. Patung karya Dolorosa Sinaga menggambarkan sosok "Ibu Peradaban" yang merangkul para korban sebagai simbol kasih ibu yang tak pernah padam dan harapan akan hadirnya keadilan.

"Monumen Kudatuli merefleksikan harapan yang tidak pernah padam. Di dalam rangkulan itulah derita dirasakan dan perjuangan selalu diikrarkan," kata Djarot.

Ia juga menjelaskan empat obor yang mengelilingi monumen melambangkan empat kekuatan jiwa perjuangan yang diajarkan Megawati Soekarnoputri, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran. Keempat nilai tersebut menjadi nyala api abadi yang mengingatkan seluruh anak bangsa untuk terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

"Monumen Kudatuli menjadi lambang tentang nyala api abadi agar jangan pernah takut berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan," tutup Djarot.

Quote