Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar sosialisasi kebangsaan bertajuk “Momentum Bulan Ramadan sebagai Penguat Kerukunan dan Kebhinnekaan Bangsa”, Senin (23/2).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita menegaskan, Ramadan menjadi momentum memperkuat nilai perjuangan dan kepedulian sosial.
“Ramadan mengajarkan kita menahan ego, memperkuat keikhlasan, menumbuhkan empati, dan mempertebal kepedulian sosial. Banyak persoalan di masyarakat yang membutuhkan sentuhan nyata dari kita semua,” ujar Amithya di hadapan kader.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat partai yang berpihak kepada rakyat serta hadir di tengah kesulitan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kader turun langsung ke lapangan agar perjuangan partai benar-benar dirasakan manfaatnya.
Sementara itu, Penasihat PDI Perjuangan Jawa Timur yang juga Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyoroti persoalan pemutakhiran data penerima bantuan sosial dan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan verifikasi dan validasi ulang data kesejahteraan masyarakat guna memastikan bantuan tepat sasaran. Dari proses tersebut, sekitar 1,4 juta peserta dievaluasi kembali statusnya sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
“Di lapangan masih ada warga yang sebenarnya berhak, tetapi kepesertaannya tidak aktif. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak ada masyarakat miskin yang kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak
Untari mencontohkan kasus di wilayah Kabupaten Malang, di mana seorang warga tidak bisa mendapatkan layanan rumah sakit karena status PBI BPJS tidak aktif. Setelah diverifikasi pemerintah desa dan dinas terkait, kepesertaan warga tersebut dapat diaktifkan kembali.
Ia menegaskan, untuk penyakit berat seperti gagal ginjal, TBC, kanker, maupun penyakit jantung, pemerintah tetap membuka ruang percepatan pengaktifan BPJS agar pasien tidak terhambat mendapatkan perawatan.
Melalui sosialisasi tersebut, kader PDI Perjuangan di Kota Malang diharapkan memahami kebijakan pemerintah sekaligus mampu membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses layanan sosial dan kesehatan.

















































































