Ikuti Kami

Kemenangan di 2024 Ditentukan Pembenahan Struktur Partai 

Seluruh kader diminta untuk tidak mengedepankan ego pribadi.

Kemenangan di 2024 Ditentukan Pembenahan Struktur Partai 
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di hadapan ratusan kader PDI Perjuangan Jawa Timur saat rapat kerja daerah (Rakerda) yang dilaksanakan di Surabaya, Minggu (23/6).

Surabaya, Gesuri.id- PDI Perjuangan telah meraih kemenangan mutlak di seluruh pelosok Tanah Air di pemilu 2019 ini. Untuk itu Tantangan ke depan akan lebih berat karena PDI Perjuangan harus bisa mempertahankan kemenangan, dan bahkan meningkatkannya. Maka partai pun harus berbenah sehingga siap dalam menghadapi segala tantangan yang ada. Yang pertama kali dilakukan adalah pembenahan struktur.

Menurut Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pertama yang dibenahi adalah struktur partai. Untuk itu, lanjutnya, seluruh kader diminta untuk tidak mengedepankan ego pribadi, tetapi menjadikan kepentingan partai sebagai hal yang utama.

Baca: Ideologis & Pelopor, PDI Perjuangan Konsolidasi dari Bawah

Hasto lebih lanjut mengatakan di pemilu 2014 partainya disebut memperoleh Jokowi effect, maka di 2019 yang muncul adalah Jokowi effect. Untul hasil kerja keras itu, ujar Hasto, maka kader partai boleh berbangga karena bukan hanya berhasil menjadikan Jokowi sebagai presiden di periode kedua. 

Namun juga, lanjutnya, menempatkan kadernya menjadi Ketua DPRD di 18 propinsi. Itu artinya lebih dari 50 persen ketua DPRD tingkat propinsi dipimpin oleh kader partai itu.

"Kemenangan 2024 akan ditentukan perubahan struktur saat ini. Jangan kedepankan ego, tapi kedepankan kepentingan partai," tegas Hasto Kristiyanto di hadapan ratusan kader PDI Perjuangan Jawa Timur saat rapat kerja daerah (Rakerda) yang dilaksanakan di Surabaya, Minggu (23/6), dilansir beritasatu.com.

Untuk itu, DPP PDI Perjuangan mendorong agar para pengurus partai di daerah melakukan pembenahan organisasi demi mewujudkan prinsip partai pelopor dan partai modern. Dan untuk melakukannya, maka partai harus punya kesadaran politik, organisasi, dan lingkungan.

Wujudnya, ke depan, pengurus partai di setiap tingkatan harus bisa menggunakan ilmu-ilmu terapan, riset, serta penelitian pengembangan (Litbang). Sementara dari sisi sikap, yang terutama adalah penegakkan disiplin.

Salah satu faktor lingkungan yang harus dilihat adalah bagaimana tren penggunaan alat komunikasi modern di kalangan masyarakat. Maka para pemimpin partai di daerah harus bisa memastikan gerak partai tetap ideologis namun dengan memanfaatkan alat modern sebagai alat perjuangan.

Baca: DPC Se-Jateng Sepakat Bambang Pacul Kembali Memimpin 

"Jadi berbicara struktur harus bicara ideologis namun juga harus melek teknologi. Tak bisa lagi kalau tak berubah. Karena jaman sudah berubah. Ketua DPC kita adalah orang yang top dan melek teknologi," bebernya.

Satu hal lagi, Hasto mengatakan struktur partai harus memastikan kehadiran sosok yang bisa merangkul semua kader. Sebagai gambaran, Hasto mengatakan seorang caleg terpilih di Pemilu 2019 lalu bukanlah karena hasil kerja individu. Namun juga kerja partai dan caleg lain yang belum terpilih.

"Maka ibu ketua umum memerintahkan agar caleg yang belum terpilih pun tak boleh dilupakan. Apapun semuanya sudah bekerja. Jadi tetap dirangkul dan diberi ruang penugasan," kata Hasto

Quote