Depok, Gesuri.id – DPC PDI Perjuangan Kota Depok menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 dengan menggelar Parade Hadroh dan Marawis di Balai Rakyat Beji, Minggu (28/6).
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi simbol perpaduan nilai kebangsaan, religiusitas, dan pelestarian budaya lokal.
Acara yang diikuti oleh puluhan grup hadroh dan marawis dari berbagai wilayah di Kota Depok ini mengusung pesan historis Bung Karno: "Setialah kepada sumbermu, kekuatan kita harus tetap bersumber kepada kekuatan rakyat. Tetaplah menjaga api semangat rakyat." Momentum ini juga dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriyani.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Prof. (H.C.) Dr. dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Depok, pengurus PAC dari 11 kecamatan, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriyani, menjelaskan bahwa parade seni Islami ini merupakan puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan sepanjang Juni 2026.
Menurutnya, rangkaian acara sengaja dirancang variatif agar nilai perjuangan sang proklamator bisa masuk ke berbagai lini generasi.
"Selama Bulan Bung Karno, kami telah melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bakti sosial donor darah, senam bersama, stand up comedy yang mengangkat kritik sosial secara kreatif, lomba konten kreator di media sosial, doa bersama memperingati haul Bung Karno di 11 kecamatan, hingga hari ini ditutup dengan Parade Hadroh dan Marawis," ujar Yuni.
Yuni menegaskan, Bulan Bung Karno bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan upaya konkret untuk merawat prinsip 'Jas Merah' (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).
"Kami ingin generasi Z, milenial, hingga generasi yang lebih senior memahami kembali perjuangan para pendiri bangsa dan menjadikannya inspirasi untuk membangun Indonesia," tegasnya.
Pemilihan Hadroh dan Marawis sebagai menu penutup diklaim Yuni memiliki landasan filosofis yang kuat. Seni Islami merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Nusantara yang harus dibentengi di tengah derasnya arus budaya asing.
"Kami ingin menunjukkan bahwa nilai nasionalisme dan religius bukan sesuatu yang bertentangan, justru keduanya saling menguatkan. Melalui lantunan salawat, doa bersama, dan seni budaya Islam Nusantara, kami menghadirkan kegiatan yang membawa keberkahan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa," kata Yuni.

Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
Di samping menggelar festival budaya, Yuni memaparkan bahwa internal PDI Perjuangan Kota Depok saat ini tengah gencar melakukan penguatan akar rumput untuk menggerakkan mesin partai secara optimal.
Saat ini, pembentukan kepengurusan di tingkat DPC, PAC, hingga ranting dilaporkan telah rampung total. Sementara itu, untuk pembentukan anak ranting di tingkat bawah sudah menyentuh angka sekitar 70 persen.
"Kami terus menggerakkan mesin partai melalui berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat. Bagi kami, PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah rakyat karena kekuatan partai berasal dari rakyat," pungkasnya.

















































































