Cianjur, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong yang diwariskan oleh Bung Karno.
Menurutnya, nilai luhur tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan atau seremonial tahunan.
Pesan mendalam tersebut menjadi poin utama dalam peringatan Bulan Bung Karno yang digelar Azis bersama ratusan warga Kabupaten Cianjur di Lapangan Sarbini, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Senin (29/6).
Baca: Ganjar Tegaskan Sikap PDI Perjuangan di Luar Pemerintahan
Rangkaian acara sarat makna ini diawali dengan Haul Bung Karno ke-56 yang diisi dengan doa bersama dan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan Lomba Nasi Tumpeng yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
"Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang sosok Proklamator, melainkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang beliau wariskan kepada bangsa. Terutama semangat gotong royong, persatuan, dan kebersamaan," ujar Azis.
Meskipun digelar secara sederhana di tengah pemukiman warga, pelaksanaan Haul Bung Karno ke-56 berlangsung khidmat. Doa dan tahlil dipimpin oleh tokoh agama setempat sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Sang Proklamator.
"Dari Bung Karno, kita diwarisi semangat perjuangan. Beliau mengajarkan bahwa bangsa ini akan kuat apabila rakyatnya tetap bersatu dan saling membantu," tutur legislator muda PDI Perjuangan tersebut.
Semangat kebersamaan yang digaungkan Bung Karno langsung diwujudkan melalui Lomba Nasi Tumpeng. Kompetisi kreatif ini diikuti oleh 19 kelompok masyarakat yang terdiri atas:
- Kelompok ibu-ibu Jumsih (Jumat Bersih)
- Kader Posyandu
- Tim Penggerak PKK Desa Sukamanah
Seluruh peserta bergotong royong menyiapkan tumpeng secara mandiri sebelum dipamerkan dan dinilai oleh tim juri.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III yang meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor itu menegaskan, lomba ini sengaja dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus panggung bagi warga untuk mempraktikkan budaya gotong royong.
"Gotong royong tidak cukup hanya diucapkan dalam pidato formal. Nilai itu harus dihidupkan lewat kegiatan konkret yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hari ini kita melihat ibu-ibu saling bekerja sama dan membantu. Itulah wajah Indonesia yang selalu diperjuangkan Bung Karno," tegas Azis.
Usai melakukan penilaian terhadap kreativitas kuliner para peserta, Azis menyempatkan diri untuk berdialog santai guna menyerap aspirasi warga. Acara kemudian dilanjutkan dengan momen makan nasi tumpeng bersama seluruh masyarakat yang hadir.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Kemeriahan kegiatan ditutup dengan panggung hiburan rakyat serta pembagian hadiah menarik (doorprize) sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga.
Azis berharap peringatan Bulan Bung Karno ini dapat menjadi pengingat abadi bahwa fondasi pembangunan bangsa harus tetap bertumpu pada persatuan dan kepedulian sesama.
"Jika semangat gotong royong tetap hidup di akar rumput, saya yakin kita akan lebih mudah menghadapi berbagai tantangan zaman. Inilah warisan ideologis Bung Karno yang harus kita jaga bersama," pungkasnya.

















































































