Ikuti Kami

Peringati Peristiwa Kudatuli, Arus Muda Repdem Gelar Aksi Simpatik di Car Free Day Jakarta

Aksi ini digelar khusus untuk memperingati sekaligus merawat ingatan publik akan peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) 1996.

Peringati Peristiwa Kudatuli, Arus Muda Repdem Gelar Aksi Simpatik di Car Free Day Jakarta

Jakarta, Gesuri.id – Arus Muda Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), menggelar aksi simpatik di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (19/7).

Aksi ini digelar khusus untuk memperingati sekaligus merawat ingatan publik terhadap peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) 1996.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Koordinator Nasional Arus MUda Repdem, Banu Lesmana Bagaskara, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dengan jalan santai dari titik awal hingga menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Di sana, para kader membagikan bunga mawar merah kepada masyarakat yang sedang berolahraga.

​"Pembagian mawar merah ini memiliki makna mendalam, yaitu bentuk penghormatan kami kepada para korban yang gugur dalam peristiwa Kudatuli," ujar Banu di lokasi kegiatan.

​Tidak hanya membagikan bunga, aksi ini juga diwarnai dengan penampilan seni yang memukau penonton di sekitar Bundaran HI. Sebelum acara puncak, para kader Repdem menampilkan monolog dan musikalisasi puisi bertema perjuangan demokrasi.

​Menurut Banu, penampilan seni ini bertujuan untuk membangkitkan memori kolektif masyarakat mengenai sejarah panjang demokrasi di Indonesia. Proses pendewasaan politik bangsa ini, lanjutnya, melewati berbagai peristiwa besar, mulai dari gerakan mahasiswa 1998 hingga puncaknya pada peristiwa berdarah Kudatuli tanggal 27 Juli 1996.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Sebagai penutup, massa aksi melepaskan puluhan balon ke udara. Balon-balon tersebut sebelumnya telah ditulisi berbagai pesan dan harapan untuk masa depan politik tanah air.

​"Kami berharap demokrasi di Indonesia bisa terus hidup berdampingan dengan masyarakat, bahkan tumbuh menjadi jauh lebih baik ke depannya," pungkas Banu.

Quote