Jakarta, Gesuri.id – Juru Bicara dan tokoh muda PDI Perjuangan Seno Bagaskoro menegaskan Peristiwa Kudatuli tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda peringatan tahunan, melainkan harus menjadi pengingat agar bangsa Indonesia terus menjaga demokrasi.
Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang diselenggarakan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Menurut Seno, berbagai pengorbanan yang terjadi dalam Kudatuli memiliki makna besar bagi perjalanan demokrasi Indonesia.
"Jangan sampai Kudatuli hanya menjadi peringatan rutin setiap tahun tanpa ada pelajaran yang benar-benar kita ambil," ujarnya.
Ia mengatakan tragedi tersebut menyimpan kisah keberanian, pengorbanan, darah, dan air mata yang menjadi bagian dari perjuangan demokrasi.
Namun, menurutnya, makna sejarah akan hilang apabila bangsa Indonesia gagal mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
"Yang paling penting bukan hanya mengingat peristiwanya, tetapi memastikan dampaknya membuat demokrasi kita semakin baik," katanya.
Seno menilai perjuangan demokrasi harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya dengan cara-cara yang relevan sesuai perkembangan zaman.
Ia mengingatkan setiap perubahan besar selalu melalui proses panjang yang penuh tantangan.
"Yang penting adalah tujuan akhirnya, bagaimana demokrasi menjadi lebih baik dan rakyat semakin terlindungi," ujarnya.
Seno juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kesadaran sejarah agar perjuangan para pendahulu tidak dilupakan.
"Kita harus belajar dari Kudatuli, belajar dari setiap kesalahan sejarah, supaya bangsa ini tidak lagi mengulang luka yang sama," pungkasnya.
#30tahunkudatuli
#Diponegoro58
#PDIPerjuangan
#MegawatiSoekarnoPutri

















































































