Ikuti Kami

Ucapkan Salam Agama Lain Dilarang, MUI Tak Berotoritas!

Habib Ali menegaskan MUI telah memenjarakan logika dalam agama. 

Ucapkan Salam Agama Lain Dilarang, MUI Tak Berotoritas!
Ketua Lembaga Pemikiran Islam Bung Karno (LPI-BK) Habib Ali Assegaf.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Lembaga Pemikiran Islam Bung Karno (LPI-BK) Habib Ali Assegaf turut merespon imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) yang meminta pejabat publik yang beragama Islam untuk tak menggunakan salam agama lain.

Habib Ali menegaskan, MUI di Indonesia tidak memiliki otoritas apapun. Bahkan Habib Ali menegaskan MUI telah memenjarakan logika dalam agama. 

Baca: Risma Tolak Larangan Salam Semua Agama Oleh MUI

“Masalah MUI itu adalah namanya, sehingga masyarakat tertipu dengan nama ini,  andai nama Itu diubah semisal menjadi majelis Taklim Al-Kaustar, atau ormas Hizbul Ummah, maka kalimat fatwanya tak akan menipu umat,” tegas Habib Ali kepada Gesuri, baru-baru ini.

Habib Ali, menegaskan, nama MUI disebut menipu karena penamaan ‘ulama’ dalam klaim oleh Majelis ini, sehingga Majelis ini dianggap layak berfatwa  Padahal, menurut Habib Ali, lembaga berfatwa bukanlah ormas.

“Hanya di Indonesia lembaga berfatwa bukan diperankan oleh seorang mufti dan dilakukan oleh lembaga berjenjang keormasan. Maka praktek ucapan atau fatwanya pasti berdampak pada kegelisaan di publik,  terlebih kontennya yang kontroversial,” kata Habib Ali.  

Habib Ali pun menegaskan, pemerintah terutama kepolisian harus tegas. Pemerintah dan Kepolisian jangan menjadikan fatwa MUI hukum positif. 

“Sehingga taat hukum dinegri ini,  tidak dengan mentaati fatwa ormas yang tidak ada ajarannya dalam Islam. Jika kita melihat anggota di MUI Ini jelas keberadaan keorganisasiannya madharat dan merugikan Islam dan kaum Muslimin sendiri,  bahkan melawan syari’at dasarnya,” kata Habib Ali.

Seperti diketahui, MUI Jatim telah menerbitkan imbauan agar umat Islam dan para pejabat untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi.

Baca: Ucapkan Salam Agama Lain Bukan Penistaan Agama

Imbauan tersebut termaktub dalam surat edaran bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

Dalam surat itu, MUI Jatim menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syuhbat, dan patut dihindari oleh umat Islam.

Quote