Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik penyeimbang yang kritis dan ideologis melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I.
Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito, menyatakan Rakernas I bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum konsolidasi ideologis untuk memperkuat fungsi check and balances dalam demokrasi Indonesia.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte
“Rakernas ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan terus menjalankan fungsi penyeimbang secara kritis, dengan tetap mengakar pada semangat memuliakan kemanusiaan, memperjuangkan keadilan, dan keberpihakan kepada wong cilik,” ujar Wanto dalam keterangannya, Senin 12 Januari 2026.
Rakernas I PDI Perjuangan mengusung tema strategis “Satyam Eva Jayate”, yang dimaknai sebagai jangkar moral bahwa kebenaran—baik ideologis, hukum, maupun etika—harus ditegakkan di atas kepentingan apa pun.
Wanto yang juga dikenal sebagai mantan aktivis 1998 menekankan pentingnya pesan moral tersebut bagi generasi muda agar berani bersikap kritis di ruang publik, sekaligus tetap teguh pada prinsip keadilan meski harus menempuh jalan yang tidak selalu populer.
Selain penguatan ideologi, Rakernas I PDI Perjuangan juga merumuskan sikap politik strategis terhadap sejumlah isu nasional, di antaranya:
PDI Perjuangan menegaskan dukungan terhadap kedaulatan rakyat melalui pemilihan langsung, serta menolak wacana penarikan hak politik warga negara dengan dalih mahalnya biaya politik.
Partai terus menggerakkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) secara cepat di berbagai daerah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, hingga Jawa Barat.
Baca: Jelang Rakernas PDI Perjuangan, Ganjar Tegaskan Pilkada
Rakernas juga membahas persoalan krisis ekologis, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, serta dinamika geopolitik global yang berdampak pada Indonesia.
Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu turut menegaskan semboyan “Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya” sebagai simbol kesetiaan pada Indonesia Raya dan penolakan terhadap pragmatisme politik.
“Melalui Rakernas ini, PDI Perjuangan menegaskan tekad untuk tetap menjadi kekuatan politik yang kokoh di jalan ideologi, konstitusi, dan demokrasi,” pungkas Wanto Sugito, yang juga menjabat Ketua Umum sayap partai Repdem.*

















































































