Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti berharap seluruh kader dapat bergotong-royong untuk peduli dan terjun langsung ke daerah yang terkena bencana.
"Harapan saya sebagai kader, di samping saya juga sudah terjun langsung juga ke Aceh. Ya, pemerintah melalui agenda ini saya berharap untuk bisa lebih maksimal lagi. Walaupun mereka sudah turun semuanya, tapi butuh percepatan, karena di sana banyak perempuan, anak-anak yang memang harus segera diselamatkan, baik pendidikannya maupun kehidupan selanjutnya," ujarnya.
Baca: Ganjar Sebut Kehadiran Megawati Bertemu Presiden Prabowo
Winarti pun berpesan agar para kader PDI Perjuangan terus hadir untuk masyarakat, karena sebagai pejuang demokrasi tentu harus turun ke rakyat, menyapa, dan mendengarkan sebagaimana fungsinya.
"Ada yang fungsinya anggota DPRD, fungsinya eksekutif, kader atau pengurus partai, ini turun langsung ke masyarakat, sehingga kita langsung mendengarkan apa-apa yang mesti dijembatani atau apa-apa yang mesti diberikan kepada masyarakat secara real," kata Winarti.

Di usia PDI Perjuangan ke-53 ini, Winarti berharap PDI Perjuangan semakin besar dan lebih merakyat.
"Kita bisa bersama-sama berkolaborasi, bersinergi dengan pemerintah, sesuai dengan hasil kongres untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa mengurangi, kalau ada kebijakan yang tidak pro-rakyat, tentu kita harus memberikan kritik dan saran secara baik," ucapnya.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Winarti pun mengucapkan selamat kepada PDI Perjuangan yang kini berusia 53 tahun. "Selamat hari ulang tahun PDI Perjuangan yang ke-53 di tahun 2026. Kebenaran pasti menang, kita berdiri di sana selama-lamanya. Merdeka," ujarnya.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-53, sekaligus rapat kerja nasional (Rakernas), di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada Sabtu-Senin, 10-12 Januari 2026. Adapun tema dalam perayaan HUT dan rakernas ini adalah Satyam Eva Jayate, dengan subtema 'Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya'. Satyam Eva Jayate, adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang".
Tema Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada 1 Juni 1945. Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi serta berani menempuh jalan 'anti mainstream' di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

















































































