Ikuti Kami

Ima Siap Melayani Warga DKI Jakarta

Semangat sebagai seorang pelayan yang dicontohkan Ahok, membuat Ima tergerak hatinya untuk melayani masyarakat melalu jalur legislatif.

Ima Siap Melayani Warga DKI Jakarta
Calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan, Ima Mahdiah. Foto: Gesuri.id/ Heru Guntoro

Nama Ima Mahdiah mungkin tidak dikenal dalam dunia politik nasional pada saat ini, namun jika berbicara mengenai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah dipastikan banyak orang mengetahuinya. 

Ima merupakan Staf Ahok yang sekarang tergabung ke PDI Perjuangan dan siap maju ke pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Bagi Ima DKI Jakarta yang kini dipimpin Anies Baswedan mengalami serangkaian kemunduran semenjak ditinggal Ahok.

Semangat sebagai seorang pelayan yang dicontohkan Ahok, membuat Ima tergerak hatinya untuk melayani masyarakat melalu jalur legislatif.

Wartawan Gesuri.id berkesempatan mewawancari Ima diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Bisa diceritakan kenapa Mbak Ima memilih PDI Perjuangan dibandingkan dengan partai lain?

Saat menjadi staf Pak Ahok, saya banyak bertemu dengan parpol-parpol dan saya melihat kader PDI Perjuangan banyak yang turun sampai kebawah. Contoh lainnya saat kasus almaidah, PDI Perjuangan terutama ranting-rantingnya yang pasang badan, bukan hanya bela Ahok tapi bela NKRI.

Nantinya daerah pemilihan (dapil) mana dan kenapa?

Dapil 10 Jakarta Barat, karena ditugasin disana serta banyak juga  relawan-relawan disana yang siap membantu.

Kalau terpilih di DPRD DKI Jakarta, pilih dimana dan kenapa?

Komisi E DPRD (Kesejahteraan), Karena Kartu Jakarta Pintar (KJP), banyak pengaduan yang masuk ke kita. Kita sempet membuka SMS pengaduan kalau KJP banyak yang dipotong, dipotong dari bawah. Dulu KJP punya subsidi dari PD Dharma Jaya dan Food Station, bisa beli daging murah. Dulu kita pernah buka sms aduan dan banyak masyarakat yang mengeluhkan. ‘Pak dulu kita beli daging sebulan sekali sekarang udah jarang tidak seperti jaman Ahok.

Lalu keberadaan RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) di Jakbar banyak yang tidak keurus, padahal bisa dimaksimalkan dan diinfokan ke masyarakat fungsi RPTRA. Pemrov DKI membantu perawatan, karena RPTRA kebanyakan sumbangan perusahaan swasta (CSR)

Strateginya sendiri seperti apa, bisa dijelaskan?

Saya main di Medsos (Media Sosial), sebelum kampanye lalu memetakan permasalahan di dapil.

Apakah Mbak Ima akan blusukan?

Saya ingin blusukan memperkenalkan diri sekarang  takut kena teguran bawaslu. Tapi saya sudah memperkenalkan diri ke masyarakat dan akan saya umumkan di medsos setelah 23 September (Penetapan DCT Caleg oleh KPU).

Tentang politik uang?

Kalau saya belajar sama pak Ahok yang turun ke masyarakat, tidak pakai uang dan sembako. Saya memberikan kartu nama dengan memberikan nomor telepon, selagi kita dan tim Pak Ahok bisa membantu kita akan membantu masyarakat.

Bagaimana menjaga idealisme jika nanti Mbak Ima terpilih di DPRD DKI Jakarta?

Selama saya diberikan kepercayaan untuk berada di DPRD DKI, saya akan berpegang ke sumpah jabatan dan konstitusi.

Quote