Ikuti Kami

Ansari Salurkan Bantuan Untuk Nenek Suidah, Pengajar Al-Qur'an

Ansari mengaku terharu menyaksikan kegigihan Suidah yang terus mendedikasikan sisa hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak di desa

Ansari Salurkan Bantuan Untuk Nenek Suidah, Pengajar Al-Qur'an
Penyaluran bantuan secara simbolis oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ansari berlangsung dalam agenda Program ATENSI di Rumah Aspirasi, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Senin (12/10/2026) - Foto: Web DPD PDI Perjuangan Jatim

Pamekasan, Gesuri.id - Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyentuh hati anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari.

Melihat dedikasi Suidah mengajar Al-Qur'an, Ansari menyalurkan bantuan alat bantu dengar melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial.

Penyaluran bantuan secara simbolis berlangsung dalam agenda Program ATENSI di Rumah Aspirasi, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Rabu (14/10/2026).

Ansari mengaku terharu menyaksikan kegigihan Suidah yang terus mendedikasikan sisa hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak di desa.

“Saya terharu melihat semangat beliau. Di usia 100 tahun, masih tetap mengabdikan diri untuk mengajar ngaji,” ujar Ansari.

Ansari menegaskan, bantuan sosial tepat sasaran memiliki makna yang sangat besar bagi kelangsungan hidup warga kurang mampu. Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen terus mengawal dan menjembatani aspirasi masyarakat Madura ke Kementerian Sosial.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan, bisa menyampaikan kepada saya untuk diajukan kepada Kementerian Sosial,” jelas anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Sementara itu, Nenek Suidah mengaku bersyukur atas bantuan alat dengar yang diterimanya. Ia bertekad mengajar Al-Qur'an selama raga masih memadai agar ilmunya mengalir menjadi ladang amal jariyah.

Quote