Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat I, Alex Indra Lukman, menyoroti pentingnya keberpihakan anggaran untuk rehabilitasi lingkungan dan pencegahan bencana banjir yang terus berulang. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu menegaskan, kerusakan alam membutuhkan penanganan serius dan dukungan anggaran yang memadai agar pemulihan dapat berjalan optimal.
"Alam yang rusak tidak bisa pulih dengan sendirinya, butuh keberpihakan anggaran dan usaha yang serius untuk rehabilitasinya," kata Alex, Selasa (13/10/2026).
Menurut Alex, dukungan anggaran menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana. Ia menilai, upaya pemulihan perlu dilakukan secara serius agar bencana serupa tidak terus berulang dan masyarakat tidak selalu menghadapi risiko kerusakan serta kerugian yang sama.
"Itulah sebabnya daerah mendesak status bencana nasional, keberpihakan anggaran akan mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga bencana tidak terjadi berulang," tuturnya.
Pernyataan Alex tersebut disampaikan menyusul banjir bandang yang kembali menerjang Kota Padang, Sumatera Barat. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah itu pada Sabtu (10/10/2026) sejak pukul 12.20 WIB memicu luapan sejumlah aliran sungai hingga masuk ke permukiman warga.
Banjir kali ini kembali merusak sejumlah tanggul yang sebelumnya diperbaiki setelah banjir besar pada November 2025. Arus deras dilaporkan menyebabkan tanggul-tanggul tersebut jebol, sementara kondisi banjir di Perumahan Lumin Park disebut lebih parah dibandingkan kejadian tahun lalu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan titik-titik banjir kali ini masih berada di lokasi yang sama dengan bencana pada November 2025. Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Nanggalo menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.
"Paling parah di Perumahan Lumin Park. Saat ini saya sedang melakukan evakuasi bersama petugas gabungan," ujar Hendri Sabtu.
Petugas gabungan masih melakukan evakuasi warga di sejumlah lokasi terdampak. Kondisi tersebut kembali menyoroti pentingnya penanganan bencana yang tidak hanya berfokus pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga mencakup rehabilitasi lingkungan, perbaikan infrastruktur pengendali banjir, serta langkah pencegahan jangka panjang.
Alex menekankan, keberpihakan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan agar pemulihan wilayah terdampak dapat dipercepat. Dengan penanganan yang serius dan berkelanjutan, risiko terulangnya bencana di kawasan yang sama diharapkan dapat ditekan.

















































































