Trenggalek, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyalurkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (29/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan.
Selain pasokan air bersih, masyarakat juga menerima bantuan paket sembako guna meringankan kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sulitnya memperoleh air untuk keperluan rumah tangga.
Novita menyampaikan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi setiap masyarakat. Menurutnya, persoalan akses air bersih perlu mendapat perhatian, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan pasokan saat musim kemarau.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus upaya untuk meringankan beban warga.
“Bagi sebagian orang, air bersih mungkin terasa mudah didapat. Namun, bagi warga yang kesulitan mendapatkannya, setiap liter air sangat berarti. Kami ingin hadir, mendengar, dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat, apalagi di saat musim kekeringan seperti ini,” ujar Novita.
Salah seorang warga penerima bantuan, Lena, mengapresiasi penyaluran air bersih tersebut. Ia menyebut bantuan itu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan oleh Bunda Novita yang sangat berarti,” kata Lena.
Salurkan 36 Mesin Pencacah Limbah untuk Kelompok Tani
Tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, Novita juga mendorong pengelolaan limbah organik agar dapat memberikan manfaat ekonomi dan mendukung produktivitas sektor pertanian.
Sehari sebelum penyaluran bantuan air bersih, Novita menyerahkan 36 unit mesin pencacah limbah kepada 36 Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam kegiatan penguatan pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tersebut berlangsung di Lumber Camp, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan.
Mesin pencacah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah organik rumah tangga serta sisa makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bahan baku pupuk organik.
Novita menjelaskan, bantuan peralatan itu merupakan bagian dari dukungannya terhadap kelompok tani dalam mengembangkan pemanfaatan pupuk organik untuk lahan pertanian.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan mesin pencacah limbah, sebagai bentuk komitmen saya mendukung kelompok-kelompok tani ini agar memanfaatkan pupuk organik untuk menyuburkan seluruh lahan pertaniannya,” ujarnya.
Menurut Novita, limbah organik yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Melalui proses pengolahan yang tepat, sisa makanan dapat menjadi pupuk organik yang mendukung kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Ia juga menilai pemanfaatan limbah tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok tani yang mengembangkan pertanian berbasis pupuk organik.
“Karena sampah-sampah yang dihasilkan dari limbah makanan rumah tangga, maupun limbah makanan di dapur-dapur SPPG ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya bagi kelompok tani, menjadi pupuk dan juga bermanfaat menjadi nilai-nilai ekonomis,” imbuhnya.
Melalui penyaluran bantuan air bersih, sembako, dan mesin pencacah limbah, upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pertanian.
Pengolahan limbah organik oleh kelompok tani juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah, menghasilkan pupuk alternatif, serta membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Trenggalek.

















































































