Jakarta, Gesuri.id - Relawan kesehatan DPP PDI Perjuangan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 74 warga Dusun Wodon, Desa Blatatatin, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (25/8/2026). Layanan tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami trauma pascagempa Flores dan kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
"Warganya ramah, meskipun jalannya ekstrem dan jauh, tetapi semua itu hilang setelah bisa bertemu dengan masyarakat di sini dan berikan kesehatan gratis. Saya bersama tim bergerak atas dasar kemanusiaan," ujar dr. Ananta.
Dr. Ananta yang datang bersama Bidan Navisha dan Perawat Ferdian mengatakan, kondisi medan yang cukup ekstrem tidak menyurutkan semangat mereka untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terdampak gempa.
Menurutnya, kedatangan tim relawan kesehatan merupakan bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan, terutama warga yang berada cukup jauh dari fasilitas kesehatan.
Dusun Wodon berjarak sekitar 9 kilometer dari Puskesmas Waipare. Warga membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai fasilitas kesehatan tersebut. Pascagempa Flores pada 15 Agustus 2026, sebagian masyarakat masih dihantui rasa takut dan trauma untuk bepergian jauh guna mendapatkan pengobatan.
Kehadiran relawan kesehatan PDI Perjuangan pun mendapat sambutan antusias dari warga. Informasi mengenai pemeriksaan kesehatan gratis sebelumnya disampaikan melalui Kepala Dusun Wodon, Aloysius Oktavianus.
Menjelang sore, warga mulai berdatangan ke lokasi pemeriksaan. Mereka berkumpul di bawah pohon mangga yang rindang, sementara sebagian lainnya duduk di kursi, berdiri sambil menggendong anak, hingga duduk di sekitar area depan rumah warga.
Sebanyak 74 warga kemudian mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Mereka terdiri dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Sejumlah lansia bahkan datang dengan menggunakan tongkat.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Warga menjalani pengecekan tekanan darah, menyampaikan keluhan kesehatan kepada tenaga medis, hingga mendapatkan obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan.
Dr. Ananta mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan, sejumlah keluhan kesehatan yang ditemukan di tengah masyarakat antara lain gatal-gatal dan hipertensi.
Selain pelayanan kesehatan, rombongan kader PDI Perjuangan juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat Wodon. Bantuan tersebut berupa paket sembako serta sejumlah fasilitas jamban atau toilet.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada warga. Beberapa bantuan yang disalurkan di antaranya beras, telur dan kebutuhan lainnya.
Kepala Dusun Wodon, Aloysius Oktavianus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran relawan kesehatan PDI Perjuangan yang telah datang langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kader PDI Perjuangan NTT, Lusia Adinda Dua Nurak, juga menyampaikan terima kasih kepada tim relawan kesehatan yang telah menempuh perjalanan untuk memberikan pelayanan kepada warga Dusun Wodon.
Sementara itu, Pengurus DPD PDI Perjuangan NTT, Emanuel Kolfidus, mengatakan kehadiran tim kesehatan tersebut menunjukkan komitmen partai dalam membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan pelayanan di tengah situasi pascabencana.
"Terima kasih untuk Megawati Siekarno putri sudah mengirim tim kesehatan ke Flores," pungkasnya.
Kegiatan pelayanan kesehatan gratis tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan PDI Perjuangan pascagempa Flores. Para relawan tetap memberikan pelayanan meski harus menempuh medan yang cukup sulit untuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok.
Setelah seluruh rangkaian pelayanan selesai, tim relawan kemudian meninggalkan Dusun Wodon. Dalam perjalanan pulang, Bidan Navisha mengabadikan perjalanan mereka melewati lembah yang dirimbuni pohon bambu serta jalan tanjakan yang terbuat dari rabat.

















































































