Yogyakarta, Gesuri.id - Menjadi legislator di usia muda bagi Cintya Amanda Labetta bukan sekadar tentang menduduki kursi parlemen. Anggota DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari PDI Perjuangan itu berusaha membawa nilai-nilai keadilan, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat ke dalam kerja politiknya.
Komitmen tersebut mendapat pengakuan ketika Cintya menerima Djokosoetono Awards sebagai salah seorang alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) dalam rangka Dies Natalis ke-102 FH UI di Auditorium FH UI, Depok, Rabu (28/10).
Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian bagi Cintya yang menempuh pendidikan di FH UI. Namun, bagi dirinya, pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bekal untuk mengabdi dan memberi manfaat kepada masyarakat.
"Hari ini saya menerima penghargaan dari FH UI dan saya sangat berterima kasih kepada FH UI karena FH UI ini bukan hanya tempat belajar bagi saya, tapi juga tempat untuk tumbuh," ujar Cintya.
Menurut Cintya, lingkungan akademik FH UI mengajarkannya untuk berpikir kritis sekaligus memahami bahwa ilmu pengetahuan akan memiliki arti ketika dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
"Tempat untuk kemudian berlatih, berpikir kritis dan juga untuk membuka wawasan saya bahwa sejatinya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," katanya.
Nilai tersebut kemudian ia bawa ketika terjun ke dunia politik dan mendapat amanah sebagai anggota DPRD Provinsi DIY. Cintya memandang jabatan sebagai wakil rakyat bukan semata-mata posisi, melainkan tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Sejatinya jabatan yang saya pegang saat ini merupakan amanah," tegasnya.
Latar belakang akademiknya juga menjadi bagian dari perjalanan Cintya. Ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di FH UI. Pada 2023, skripsinya membahas pertanggungjawaban orang tua terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan anak secara komparatif.
Bagi Cintya, bekal pendidikan tersebut menjadi penting ketika ia harus berhadapan dengan berbagai dinamika sebagai legislator muda sekaligus perempuan.
"Sejujurnya sebagai seorang legislator muda yang juga perempuan, perjalanan sebagai legislator tentunya tidak mudah karena banyak sekali lika-likunya," ungkapnya.
Menurutnya, perempuan muda yang terjun ke politik masih menghadapi tantangan dalam menyuarakan kepentingan publik. Karena itu, integritas dan keberanian untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat menjadi modal yang harus terus dijaga.
Cintya menyebut pendidikan yang diperolehnya, termasuk melalui beasiswa UI, turut menanamkan nilai untuk menjaga integritas dan memperjuangkan keadilan.
"Bagaimana harus tetap menjaga integritas, bagaimana harus tetap memperjuangkan keadilan dan oleh karena itu saya bisa tetap kuat untuk kemudian memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat," tuturnya.
Nilai tersebut tidak berhenti di ruang parlemen. Dalam menjalankan tugasnya di daerah pemilihan, Cintya juga memberi perhatian terhadap persoalan ekonomi masyarakat, termasuk penguatan kelompok perempuan dan ketahanan pangan.
Salah satunya ketika Cintya mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera di Wilayah Tarakan 06, Sidomoyo, Kecamatan Godean, Sleman.
Dalam kunjungan tersebut, Cintya melihat secara langsung aktivitas kelompok perempuan yang turut mengembangkan kegiatan pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Cintya menilai KWT memiliki peranan penting dalam mendorong swasembada pangan yang tengah digalakkan pemerintah, terutama dalam menghadapi ancaman krisis pangan sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan melalui kelompok tani tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi pangan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk memiliki peran lebih besar dalam memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.
Bagi Cintya, pengalaman bertemu langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari tugas seorang wakil rakyat. Aspirasi tidak cukup hanya didengar melalui forum formal, tetapi perlu ditemui dan dipahami dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Hal serupa juga menjadi perhatian Cintya terhadap generasi muda. Ia melihat anak muda membutuhkan lebih dari sekadar ruang untuk menyampaikan pendapat.
Akses terhadap pelatihan keterampilan, ruang kreativitas, serta kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan menjadi bagian penting agar partisipasi anak muda tidak berhenti pada kehadiran secara formal.
Menurut Cintya, masih ada anak muda yang merasa suara mereka belum cukup diperhitungkan. Karena itu, keterlibatan pemuda perlu diarahkan agar mereka benar-benar memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan.
"Yang kita utamakan adalah bagaimana kita bisa berkontribusi dalam masyarakat karena sejatinya baik dalam sistem maupun di luar sistem kita sama-sama berjuang," kata Cintya.
Sebagai legislator muda, Cintya juga mengajak generasi muda untuk tidak melihat politik sebagai ruang yang harus dijauhi. Menurutnya, perjuangan untuk kepentingan masyarakat dapat dilakukan dari dalam maupun luar sistem.
"Baik dalam sistem maupun di luar sistem, kita sama-sama memperjuangkan hal yang sama, yaitu kepentingan masyarakat Indonesia dan negara kita," ujarnya.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa dan anak muda untuk terus peduli terhadap persoalan di sekitarnya, berani menyampaikan gagasan, serta mengambil bagian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Mari kita bersama-sama membangun negara, memperjuangkan apa yang kita impikan bersama, dan juga terus peduli terhadap apa yang ada di sekitar kita. Mari bersuara, tapi juga tetap jaga sesama dan juga tetap jaga negara kita," tandas Cintya.
Dalam momentum penerimaan penghargaan tersebut, Cintya juga menyampaikan terima kasih kepada para guru besar dan dosen FH UI yang telah membimbingnya. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada sang ibu yang hadir langsung dalam acara tersebut.
Cintya juga mengajak para mahasiswa untuk terus menjaga semangat belajar dan pengabdian. Baginya, pencapaian akademik dan penghargaan bukanlah titik akhir, melainkan pengingat untuk terus membawa pengetahuan ke tengah masyarakat.
Sebagai legislator muda perempuan PDI Perjuangan di DIY, perjalanan Cintya memperlihatkan bagaimana pendidikan, politik, dan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat dapat bertemu dalam satu ruang pengabdian.
Penghargaan Djokosoetono Awards menjadi salah satu capaian dalam perjalanan tersebut. Sementara kerja di tengah masyarakat, dari mendengar aspirasi anak muda hingga melihat langsung aktivitas kelompok perempuan dan petani, menjadi cara Cintya menerjemahkan nilai-nilai yang diperolehnya dari bangku pendidikan ke dalam kerja sebagai wakil rakyat.

















































































