Ikuti Kami

Dekati Generasi Muda, DPC PDI Perjuangan Kota Malang Gelar Kompetisi Mobile Legends di Bulan Bung Karno

Dengan begitu, gagasan yang diusung partai dapat diterima secara utuh oleh masyarakat lintas generasi.

Dekati Generasi Muda, DPC PDI Perjuangan Kota Malang Gelar Kompetisi Mobile Legends di Bulan Bung Karno
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita.

Malang, Gesuri.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang, Jawa Timur, menggelar kompetisi e-sport Mobile Legends sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan kalangan anak muda. Turnamen ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan bahwa partai politik saat ini dituntut untuk bersikap adaptif. Dengan begitu, gagasan yang diusung partai dapat diterima secara utuh oleh masyarakat lintas generasi.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres 

"Kenapa memilih e-sport? Karena bidang ini saat ini sedang digandrungi dan partai harus mengikuti dinamika di dalam tatanan masyarakat, khususnya anak-anak zaman sekarang," ujar Amithya di Kota Malang, Sabtu.

Kompetisi yang berpusat di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini tidak sekadar menjadi ruang persaingan antartim. Panitia memanfaatkan momentum ini untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah dan membumikan semangat Bulan Bung Karno kepada para peserta.

Di sela-sela acara, Amithya menjelaskan sejumlah warisan sejarah (legacy) yang diukir oleh Ir. Soekarno semasa hidupnya, termasuk peran penting sang Proklamator dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami memulai dari yang paling esensial dulu, yaitu mengenalkan founding father (bapak pendiri bangsa) kita melalui kompetisi ini," tuturnya.

Kompetisi gim bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) ini rupanya mendapat sambutan hangat. Sedikitnya 40 tim dengan total ratusan pemain mendaftarkan diri dalam ajang ini.

Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi

Jumlah tersebut melampaui target awal panitia yang hanya mematok kuota untuk 32 tim. Amithya mengungkapkan, panitia bahkan terpaksa menolak pendaftaran dari sejumlah tim lain demi menjaga kualitas turnamen.

"Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakan kompetisi e-sport. Tentu kami ingin memberikan fasilitas dan pelayanan yang maksimal bagi para peserta," pungkas Amithya.

Quote