Jakarta, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IV DPR RI, Edoardus Kaize, menegaskan bantuan alsintan yang disalurkan saat ini tidak disertai intervensi, namun mulai tahun mendatang pemerintah daerah akan memprioritaskan bantuan tersebut khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).
“Ke depan, kita akan fokus pada peningkatan produksi pertanian di daerah, dan bantuan alsintan ini akan diprioritaskan untuk OAP,” kata Edoardus Kaize, S.S. dalam sambutannya di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Selasa (30/12/2025).
Ia juga mengingatkan agar alat dan mesin pertanian yang diberikan tidak disewakan maupun diperjualbelikan, karena bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat, bukan untuk kepentingan komersial pribadi.
Selain itu, Edoardus Kaize mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel agar mengusulkan anggaran perawatan, perbaikan, serta pengadaan suku cadang alsintan kepada Kementerian Pertanian, sehingga alat yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Boven Digoel Roni Omba menekankan pentingnya peran Dinas Pertanian dalam menyiapkan data yang akurat, valid, dan terintegrasi, agar pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Program bantuan tidak hanya tersedia di sektor pertanian, tetapi juga mencakup peternakan, perikanan, perkebunan, serta sektor lainnya. Kita harus memanfaatkan peluang ini secara optimal,” kata Roni Omba.
Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas dukungan dan perhatian dari anggota DPR RI dan DPD RI sebagai perwakilan Papua Selatan yang terus mendorong pembangunan daerah.
Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor, meninggalkan ego sektoral, serta bekerja sama secara solid demi percejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.

















































































