Ikuti Kami

Yunus Takandewa Minta Pemkab SBD Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa

Gempa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.

Yunus Takandewa Minta Pemkab SBD Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa
Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI Perjuangan, Yunus Takandewa.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI Perjuangan, Yunus Takandewa, meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) bergerak cepat membantu warga terdampak gempa yang terjadi pada Minggu, 4 September 2026 pukul 06.55 Wita. 

Yunus mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Ketua DPRD Sumba Barat Daya serta komunikasi di internal partai, gempa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.

Meski demikian, mayoritas warga terdampak disebut tidak sampai mengungsi dan masih bertahan di lingkungan keluarga maupun tempat tinggal masing-masing.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

"Saya berharap kepada Pak Ketua DPRD yang juga adalah kader PDI-Perjuangan untuk mendorong pemerintah melalui BPBD segera mendatangi warga yang terdampak,” kata Yunus saat dihubungi RRI via Whatsapp, Senin (5/10)

Menurut dia, pendataan dan penanganan di lapangan harus segera dilakukan agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama pemilik rumah yang mengalami kerusakan. Yunus juga menyoroti dukungan anggaran untuk penanganan pascagempa.

Ia menyebut pemerintah daerah dapat memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kebutuhan penanganan kondisi darurat akibat bencana. Berdasarkan penyampaian Ketua DPRD Sumba Barat Daya, kata Yunus, dana BTT yang tersedia di pemerintah daerah dapat digunakan untuk membantu penanganan dampak gempa.

“BTT itu memang dikhususkan bagi keadaan darurat, keadaan bencana dan lain-lain,” ujarnya.

Yunus menilai dampak gempa di Sumba Barat Daya memang belum sebesar bencana gempa Flores yang sebelumnya menimbulkan kerusakan dan jumlah korban lebih besar. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk menunda penanganan.

Data sementara tercatat 95 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 1 rumah rusak berat, 12 rumah rusak sedang, dan 82 rumah rusak ringan. Selain rumah warga, terdapat 16 fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan, yakni 1 fasilitas rusak sedang dan 15 fasilitas rusak ringan.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Sementara itu, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya menyangkut kerusakan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas yang digunakan masyarakat.

Karena itu, Yunus meminta pemerintah daerah melalui BPBD segera turun melakukan verifikasi dan pendataan secara menyeluruh, sekaligus memastikan bantuan dapat diberikan kepada warga sesuai tingkat kerusakan yang dialami. 

“Dengan jumlah sedemikian itu, kita berharap pemerintah daerah segera melakukan tindakan untuk membantu penyintas gempa di Sumba Barat Daya,” katanya.

Quote