Ikuti Kami

Joune Ganda Sampaikan Arahan Puan: Kita Mampu Berkarya Untuk Kepentingan Masyarakat

Beberapa penyampaian dari Ibu Puan merupakan arahan kepada kami sebagai kader, bagaimana kita mampu berkarya untuk kepentingan masyarakat

Joune Ganda Sampaikan Arahan Puan: Kita Mampu Berkarya Untuk Kepentingan Masyarakat
Joune Ganda bersama Kader PDIP Sulut saat bersalaman dengan Puan Maharani di bandara udara samratulangi Manado - Foto: ManadoPost

Minut, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, menegaskan seluruh kader partai harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai aksi konkret. Tidak hanya menjalankan kerja-kerja politik, kader juga dituntut aktif dalam kegiatan sosial, menjaga kelestarian lingkungan, hingga terlibat dalam penanganan bencana.

“Beberapa penyampaian dari Ibu Puan merupakan arahan kepada kami sebagai kader, bagaimana kita mampu berkarya untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Joune Ganda saat diwawancarai seusai Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar PDI Perjuangan di Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (5/11/2026).

Joune menjelaskan arahan Ketua DPR RI sekaligus Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran kader di tengah rakyat harus diwujudkan melalui karya dan tindakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, setiap kader di semua tingkatan organisasi harus mampu menerjemahkan instruksi dan pesan partai menjadi program konkret. Dengan demikian, perjuangan politik tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

Selain mendorong kerja nyata, Puan Maharani juga menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi secara berjenjang, mulai dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga pengurus ranting.

Joune menilai konsolidasi tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga soliditas partai sekaligus memastikan seluruh kader memiliki arah perjuangan dan komitmen yang sama dalam menjalankan pengabdian kepada rakyat.

“Para pimpinan partai, mulai dari tingkat DPD, DPC hingga ranting, diminta melakukan konsolidasi terhadap kader-kader yang ada. Tetapi hasil akhir yang diharapkan adalah tujuannya untuk kepentingan rakyat,” jelasnya.

Tak hanya menyangkut penguatan organisasi, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam arahan Puan. Salah satu isu yang disoroti adalah pengelolaan sampah yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PDI Perjuangan.

Kader partai juga didorong mengambil bagian dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan penanganan berbagai persoalan kebencanaan, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menindaklanjuti arahan tersebut, Joune memastikan DPC PDI Perjuangan Minahasa Utara akan terus memperkuat program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan program TEBA (Teba Modern).

“Yang sementara kita jalankan yaitu program sampah, program TEBA yang akan terus kita galakkan. Kita juga diminta untuk terus mengambil bagian,” tandas Joune.

Diketahui, TEBA atau Teba Modern merupakan inovasi pengelolaan sampah organik berbasis sumber yang diinisiasi PDI Perjuangan melalui gerakan Merawat Pertiwi. Program ini mendorong masyarakat mengelola sampah organik sejak dari sumbernya sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui penguatan konsolidasi dan gerakan nyata di tengah masyarakat, PDI Perjuangan mendorong kader tidak hanya hadir dalam momentum politik, tetapi juga mengambil peran dalam menjawab persoalan sosial dan lingkungan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan politik yang berpihak dan memberikan manfaat bagi rakyat.

Quote