Ikuti Kami

Merawat Pertiwi, Khamim Tohari: Olah Sampah Organik Jadi Kompos dengan Teba Drum Bekas

Salah satu langkah konkret yang dilakukannya adalah memimpin pembuatan teba atau wadah pengolahan sampah organik menggunakan drum bekas.

Merawat Pertiwi, Khamim Tohari: Olah Sampah Organik Jadi Kompos dengan Teba Drum Bekas
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah organik dari rumah tangga. 

Kota Batu, Gesuri.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah organik dari rumah tangga. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukannya adalah memimpin pembuatan teba atau wadah pengolahan sampah organik menggunakan drum bekas di Dusun Gondang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (1/11/2026).

“Hari ini, Minggu 1 November 2026, kami dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Batu melaksanakan pembuatan teba dari drum bekas. Ini sesuai instruksi DPP agar kita senantiasa menjaga bumi dan merawat pertiwi. Mudah-mudahan nanti hasil komposnya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Khamim Tohari.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan melalui program Gerakan Merawat Pertiwi. Aksi ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyambut Pekan Peduli Sampah Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 9–14 November 2026 mendatang.

Gerakan serentak tersebut juga menargetkan pemecahan Rekor MURI untuk kategori pembuatan teba terbanyak oleh partai politik.

Khamim menjelaskan, pembuatan teba menggunakan drum bekas merupakan salah satu solusi praktis untuk mengurangi sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, metode tersebut juga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

“Tujuannya adalah mengelola sampah-sampah organik agar menjadi kompos. Kompos ini nantinya bisa dipakai untuk pupuk tanaman, sehingga sejalan dengan instruksi Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri bahwa kita diwajibkan untuk merawat bumi dan menjaga pertiwi,” tambahnya.

Menurut Khamim, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di dekat permukiman warga agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengolahan sampah organik secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat diharapkan terdorong untuk menerapkan pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga masing-masing.

Ia juga memaparkan bahwa instruksi pembuatan teba diberikan dalam beberapa kategori ukuran sesuai tingkatan struktur partai. Untuk jajaran DPD dan DPC diwajibkan membuat teba berukuran 3×3 meter, sedangkan anggota fraksi diwajibkan membuat teba minimal berukuran 1×1 meter.

Namun, bagi wilayah permukiman yang memiliki keterbatasan lahan, pembuatan teba dapat menggunakan media alternatif seperti drum bekas yang dinilai lebih efisien dan praktis.

Khamim menyebutkan, instruksi tersebut berlaku bagi seluruh kader yang bertugas di lembaga legislatif. Di Kota Batu, enam anggota Fraksi PDI Perjuangan bersama jajaran DPC turut bergerak melaksanakan pembuatan teba secara mandiri. Seluruh kegiatan tersebut nantinya wajib dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap program partai.

Melalui gerakan Merawat Pertiwi, Khamim berharap kesadaran masyarakat Kota Batu dalam mengelola sampah organik semakin meningkat. Ia ingin pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kebiasaan masyarakat yang dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.

Dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, gerakan ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, menghasilkan pupuk ramah lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong budaya gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata dari tingkat akar rumput.

Quote