Trenggalek, Gesuri.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII, Novita Hardini, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan kirab pusaka dan budaya daerah. Tradisi tahunan ini digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek.
Apresiasi tersebut disampaikan Novita usai mengikuti prosesi kirab pusaka yang menjadi puncak rangkaian Hari Jadi Trenggalek di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (31/9).
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Alhamdulillah, kali ini saya kembali bisa berkeliling menyapa masyarakat secara langsung. Antusiasme warga sangat luar biasa," ujar Novita.
Novita berharap rangkaian peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek dapat menjadi pengungkit semangat serta optimisme masyarakat dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Menurutnya, tradisi kirab pusaka tidak hanya menyimpan nilai budaya dan sejarah yang tinggi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan hari jadi ini diyakininya mampu menjadi energi positif untuk mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Harapan saya, momentum ini membawa semangat bagi seluruh masyarakat Trenggalek untuk menyongsong masa depan yang lebih baik," lanjutnya.
Lebih lanjut, Novita menambahkan bahwa peringatan hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ikhtiar spiritual melalui doa bersama demi keselamatan daerah.
Berbagai tradisi yang menyertai peringatan hari jadi juga menjadi sarana memanjatkan harapan agar Trenggalek senantiasa terhindar dari berbagai persoalan sosial dan lingkungan, mulai dari bencana alam, kekeringan, hingga kemiskinan.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
"Kami berharap Hari Jadi ke-832 ini membawa keberkahan dan kemudahan bagi Trenggalek untuk menjadi daerah yang semakin sentosa, sejahtera, dan berkelanjutan," katanya.
Kirab pusaka merupakan puncak dari rangkaian tradisi Hari Jadi Trenggalek. Sebelum dikirab, pusaka kabupaten dan pusaka bupati terlebih dahulu menjalani prosesi jamasan atau pembersihan. Pusaka-pusaka tersebut kemudian disemayamkan di Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, serta Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak.
Dari tempat persemayaman tersebut, pusaka-pusaka itu kemudian dikirab menuju Pendapa Manggala Praja Nugraha. Rangkaian prosesi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek yang pada tahun ini mengusung tema "Hambeging Bumi", yakni merefleksikan semangat memberikan manfaat bagi sesama sekaligus menjaga harmoni dengan alam.

















































































