Ikuti Kami

PDI Perjuangan Jepara Gelar Diskusi dan Pelatihan Budidaya Lele Untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Diskusi budidaya ikan lele bertema 'Lele Sehat, Untung Meningkat' digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara di Omah Tani, Desa Watuaji.

PDI Perjuangan Jepara Gelar Diskusi dan Pelatihan Budidaya Lele Untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Diskusi budidaya ikan lele bertema Lele Sehat, Untung Meningkat yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara di Omah Tani, Desa Watuaji, RT 05/RW 01, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (5/7/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara, Junarso, mengatakan budidaya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha perikanan air tawar yang menjanjikan dan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu memahami teknik budidaya yang benar agar mampu menghasilkan panen yang optimal.

"Untuk memulai, kunci utamanya terletak pada persiapan kolam, pemilihan bibit yang lincah dan seragam, manajemen pemberian pakan yang tepat, serta menjaga kualitas air agar lele terhindar dari stres dan penyakit," jelas Junarso.

Pernyataan tersebut disampaikan Junarso saat membuka diskusi budidaya ikan lele bertema "Lele Sehat, Untung Meningkat" yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara di Omah Tani, Desa Watuaji, RT 05/RW 01, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan. Diskusi diikuti kelompok peternak lele dari Desa Jlegong, Desa Bumiharjo, Desa Watuaji, Desa Damarwulan, serta para peternak lele pemula yang antusias mengikuti materi dan sesi diskusi.

Dalam pemaparannya, Junarso menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya lele diawali dengan persiapan kolam yang tepat. Menurutnya, kolam terpal atau kolam bundar sangat cocok bagi peternak pemula karena lebih mudah dibersihkan dan memudahkan pengendalian kualitas air.

"Pastikan kolam terhindar dari paparan sinar matahari langsung yang terlalu ekstrem dan berikan garam krosok pada air kolam sebelum tebar benih untuk menyeimbangkan pH air dan mencegah jamur. Kemudian lakukan proses pengisian air dan endapkan selama beberapa hari agar ekosistem air siap menerima benih," tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Jepara itu juga menekankan pentingnya memilih bibit unggul. Menurutnya, kualitas benih menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan panen sehingga peternak harus memilih benih yang sehat, seragam, dan aktif bergerak.

"Pastikan benih memiliki tubuh yang mulus, tidak cacat, berwarna gelap, dan bergerak sangat lincah. Sebelum ditebar ke kolam, lakukan aklimatisasi (penyesuaian suhu) dengan cara mengapungkan wadah benih di air kolam selama 15-30 menit, dan puasa'kan ikan selama 12 hingga 24 jam agar tidak stres," kata Junarso.

Selain itu, ia mengingatkan agar peternak memperhatikan manajemen pemberian pakan. Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya lele sehingga penggunaannya harus dilakukan secara tepat agar pertumbuhan ikan tetap optimal.

"Gunakan pelet apung yang berprotein tinggi untuk ukurannya disesuaikan dengan bukaan mulut ikan dan umur lele. Berikan pakan secara rutin 3 hingga 5 kali sehari. Hindari pemberian pakan berlebihan (overfeeding)," imbuhnya.

Junarso juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas air kolam melalui pergantian air secara berkala dan melakukan penyortiran atau grading ikan sedikitnya setiap dua minggu sekali untuk mencegah kanibalisme.

"Ganti sebagian air (biasanya air di bagian dasar kolam) secara berkala jika tercium bau tidak sedap atau setelah hujan lebat. Lakukan proses penyortiran atau grading minimal 2 minggu sekali untuk mengelompokkan ikan berdasarkan ukuran. Hal ini penting untuk mencegah kanibalisme," kata Junarso.

Ia menambahkan, budidaya lele memiliki siklus panen yang relatif singkat, sekitar dua hingga tiga bulan sejak penebaran benih. Bagi peternak pemula, ia menyarankan memulai usaha dalam skala kecil, sekitar 1.000 hingga 3.000 ekor, agar lebih mudah memahami karakter ikan dan meminimalkan risiko kerugian. Selain itu, peternak juga dianjurkan membangun jaringan pemasaran dengan pengepul, pasar tradisional, maupun pelaku usaha kuliner sebelum masa panen tiba.

Quote