Ikuti Kami

Tri Adhianto Susuri 9 Titik Infrastruktur Bekasi, Benahi Banjir dan Jalan Rusak

Tri menargetkan penanganan sungai sepanjang sekitar 380 meter dapat dilakukan hingga akhir tahun ini

Tri Adhianto Susuri 9 Titik Infrastruktur Bekasi, Benahi Banjir dan Jalan Rusak
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau sejumlah titik pembangunan infrastruktur jalan dan saluran air bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) - Foto: Pemkot Pekalongan

Bekasi, Gesuri.id - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung menyusuri sembilan titik infrastruktur menggunakan sepeda motor bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). 

Bukan sekadar mengecek proyek, peninjauan ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk membenahi saluran air, mengurangi ancaman banjir, hingga memperbaiki jalan rusak.

Sejumlah kawasan menjadi perhatian, mulai dari Kali Harun di Pondok Melati, Jalan Raya Hankam, Jatiwaringin, Jalan Anugerah, Jalan Raya Caman, hingga Jalan Muchtar Tabrani dan wilayah Pondok Gede.

Salah satu persoalan yang disorot Tri adalah kondisi Kali Harun. Lebar sungai yang semula sekitar tiga meter kini menyempit menjadi hanya satu hingga dua meter. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya penanganan aliran air.

Namun, pekerjaan belum bisa berjalan sepenuhnya mulus. Pemerintah Kota Bekasi masih menghadapi persoalan pembebasan lahan karena terdapat empat rumah bersertifikat di area yang dibutuhkan untuk penanganan sungai.

Pemkot Bekasi pun berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri status kepemilikan lahan tersebut.

Tri menargetkan penanganan sungai sepanjang sekitar 380 meter dapat dilakukan hingga akhir tahun ini, dari total rencana penanganan kurang lebih 440 meter.

Tak hanya Kali Harun, kawasan Gamprit juga menjadi sasaran penanganan banjir. Saluran air di Kalisunter sepanjang sekitar 300 meter telah dikerjakan, sedangkan tambahan pekerjaan sepanjang 900 meter ditargetkan pada tahun ini.

Persoalan saluran air turut ditemukan di kawasan Jatiwaringin, terutama di sekitar Kampus As-Syafi'iyah dan Universitas Krisnadwipayana (Unkris). Pemerintah masih membutuhkan penanganan saluran sepanjang kurang lebih 400 meter agar aliran air menuju Kali Cakung lebih lancar.

Di kawasan Simpang Lima, Jalan Raya Caman, dan Jatibening Permai RW 11, penyempitan saluran menjadi salah satu masalah yang perlu dibenahi. Pemkot merencanakan pelebaran saluran serta pembangunan long storage atau tempat penampungan air di kawasan persilangan jalan tol.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampungan air dan menekan risiko genangan yang berdampak pada warga Jatibening Permai, PGP, dan wilayah sekitarnya.

Selain penanganan banjir, perbaikan jalan juga masuk dalam agenda pembenahan infrastruktur. Jalan Raya Hankam menjadi salah satu ruas yang direncanakan untuk diperbaiki.

Jalan Anugerah yang menghubungkan Jatiwaringin dengan Jatibening Baru juga ditargetkan rampung tahun ini. Karena berada di kawasan lereng jalan tol, pengerjaannya harus dilakukan secara hati-hati.

"Kerusakan dan lubang di sejumlah ruas jalan segera ditangani demi menjaga keselamatan pengendara", ujarnya, Senin (26/10).

Sementara itu, Jalan Muchtar Tabrani direncanakan ditata menjadi dua arah. Rencana tersebut mencakup pembebasan lahan dan penataan saluran air di bagian tengah jalan, sehingga diharapkan dapat mendukung kelancaran lalu lintas sekaligus memperbaiki fungsi drainase.

Peninjauan juga mencakup Taman Bawah Becakayu Kalimalang, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bojongrangkong, Saluran Kemangsari, saluran Jalan Jatiwaringin dan lanjutannya, pedestrian Pondok Gede, Jalan Kodau–Kecapi, serta Jalan Pekayon–Pondok Gede.

Tri meminta masyarakat mendukung proses pembangunan yang sedang berlangsung. Warga juga diimbau menggunakan jalur alternatif apabila pekerjaan infrastruktur menimbulkan antrean atau hambatan lalu lintas.

Di sisi lain, masyarakat diingatkan agar tidak membuang sampah ke sungai. Tumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir ketika hujan turun.

Pembenahan sejumlah titik tersebut diharapkan dapat memperbaiki kualitas jalan, meningkatkan kelancaran aliran air, serta mengurangi genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga Bekasi.

Meski demikian, efektivitas penanganan banjir tetap bergantung pada penyelesaian persoalan lahan, kelancaran pembangunan saluran, dan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan.

Quote