Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, mendorong pemerintah dan masyarakat bersama-sama membantu proses pemulihan keluarga Wawan Setiawan (52), warga Kampung Cibokor RT 04 RW 08, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, yang rumah panggungnya ludes terbakar pada Senin (10/8/2026).
“Pagi ini saya menengok keluarga yang terkena musibah kebakaran. Selaku anggota DPRD Garut dan keluarga besar PDI Perjuangan, saya turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami Pak Wawan dan keluarga,” kata Yuda.
Yudha menyampaikan hal tersebut saat mendatangi keluarga korban pada Rabu (12/8/2026). Selain menyampaikan belasungkawa, ia juga memberikan bantuan berupa sembako dan santunan uang sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang terdampak musibah.
Dalam kunjungan tersebut, Yudha hadir bersama sejumlah unsur masyarakat dan pemerintahan, di antaranya Kepala Desa Giriawas, jajaran Kecamatan Cikajang, Ketua PAC PDI Perjuangan Cikajang Dida Komara, Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Giriawas, serta Tasep Taten Rustiawan dari Trantib Kecamatan Cikajang.
Yudha berharap Wawan dan keluarganya diberikan kekuatan, kesehatan, serta ketabahan dalam menghadapi musibah yang menghanguskan tempat tinggal mereka.
Berdasarkan laporan resmi Kecamatan Cikajang tertanggal 11 Agustus 2026, kebakaran terjadi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik.
Warga yang melihat atap rumah mengeluarkan asap kemudian mendapati api muncul sekitar 10 menit kemudian. Masyarakat pun bergotong royong melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke rumah warga lainnya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.55 WIB oleh petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun rumah panggung milik Wawan Setiawan hangus terbakar.
Kebakaran tersebut berdampak terhadap satu kepala keluarga dengan total enam jiwa. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp70 juta.
Menurut Yudha, penanganan terhadap keluarga korban tidak cukup berhenti pada pemberian bantuan tanggap darurat. Setelah kebutuhan awal terpenuhi, pemerintah desa dan kecamatan perlu bersama-sama mencari solusi agar keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Ke depan tentu tetap kita ikhtiarkan bersama. Pemerintah kecamatan dan pemerintah desa mudah-mudahan bisa membuat pengajuan-pengajuan agar rumah keluarga ini bisa dibangun kembali,” ucapnya.
Yudha mengatakan usulan bantuan untuk pembangunan kembali rumah korban juga akan terus didorong melalui berbagai jalur yang memungkinkan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun jaringan PDI Perjuangan.
Ia berharap kepedulian terhadap keluarga korban dapat terus berlanjut sehingga Wawan dan keluarganya tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri.
“Mudah-mudahan ada jalan keluar untuk pembangunan kembali rumahnya. Yang terpenting sekarang keluarga tetap sabar dan kita bersama-sama mengikhtiarkan agar ada bantuan untuk pemulihan kondisi keluarga,” ujarnya.
Yudha menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya respons cepat dan kolaborasi berbagai pihak dalam menangani warga yang terdampak bencana. Bantuan, menurutnya, tidak hanya dibutuhkan pada tahap tanggap darurat, tetapi juga harus dilanjutkan hingga proses pemulihan tempat tinggal.
Bagi Yudha, kehadiran pemerintah dan masyarakat dalam situasi seperti ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan warga yang tertimpa musibah mendapatkan perlindungan serta bantuan yang layak.

















































































