Ikuti Kami

Alex Indra Lukman Serahkan Bantuan Alsintan Rp23,13 Miliar Kepada Kelompok Tani di Dharmasraya

Pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara lama.

Alex Indra Lukman Serahkan Bantuan Alsintan Rp23,13 Miliar Kepada Kelompok Tani di Dharmasraya
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) senilai Rp23,13 miliar kepada kelompok tani di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) senilai Rp23,13 miliar kepada kelompok tani di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian melalui modernisasi alat produksi guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara lama. Modernisasi melalui penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi kebutuhan agar hasil panen meningkat, biaya produksi berkurang, dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujar Alex Indra Lukman saat penyerahan bantuan di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, dikutip Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan penyerahan bantuan disambut antusias para petani penerima manfaat. Turut hadir Ketua DPRD Dharmasraya Jemi Hendra ST beserta anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Sekretaris Daerah Medison, jajaran Dinas Pertanian, serta para ketua dan anggota kelompok tani.

Dalam sambutannya, Alex yang akrab disapa Alek menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Dharmasraya sekaligus menjadi penyangga ketahanan pangan di Sumatera Barat. Menurutnya, petani perlu didukung dengan teknologi modern agar mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja.

Alek menjelaskan, bantuan yang disalurkan melalui sinergi Komisi IV DPR RI bersama pemerintah pusat tersebut memiliki total nilai Rp23,13 miliar. Bantuan itu meliputi tujuh unit traktor roda empat, paket pestisida untuk lahan seluas 1.000 hektare, serta 500 batang bibit tanaman buah yang akan dikembangkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Dharmasraya.

Selain itu, melalui koordinasi dengan BPTU-HPT Padang Mengatas, juga akan direalisasikan Program Ayam Petelur Merah Putih sebagai upaya meningkatkan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga petani.

Menurut Alek, besarnya anggaran yang berhasil diperjuangkan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dapat menghadirkan program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Ketika pemerintah pusat, parlemen, dan pemerintah daerah bekerja dalam satu frekuensi, rakyatlah yang akan menikmati hasilnya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang telah memfasilitasi seluruh proses administrasi sehingga bantuan dapat direalisasikan tepat waktu.

Alek berpesan agar seluruh kelompok tani menjaga dan memanfaatkan Alsintan tersebut secara optimal. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan aset bersama yang harus dirawat dan dimanfaatkan secara bergiliran agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok tani.

“Rawatlah alat ini seperti milik sendiri. Gunakan dengan adil, tekan biaya operasional, dan tingkatkan produktivitas pertanian. Dengan semangat Saciok bak ayam, sandantiang bak bosi, saya yakin pertanian Dharmasraya akan semakin maju,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan kelompok tani penerima bantuan, Sudirman, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Alex Indra Lukman kepada petani di Dharmasraya. Ia menilai perkembangan teknologi di sektor pertanian harus diikuti agar hasil produksi semakin meningkat.

“Dengan adanya alat pertanian modern ini, pekerjaan kami akan jauh lebih ringan dan hasil pertanian diharapkan semakin meningkat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Alek yang telah memperjuangkan bantuan ini untuk petani Dharmasraya,” ujar Sudirman.

Bantuan Alsintan senilai Rp23,13 miliar tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Dharmasraya, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus mendorong kesejahteraan ribuan petani di daerah tersebut.

Jika diperlukan, saya juga dapat membuat versi dengan gaya pemberitaan kantor berita (LKBN Antara) atau versi siaran pers DPR RI yang lebih formal.

Quote