Ikuti Kami

Andreas Hugo Tegaskan Teror Kepada Influencer Jadi Kemunduran Demokrasi di Tanah Air

Tindakan teror ini telah merebut kebebasan rakyat untuk berekspresi dan bersuara.

Andreas Hugo Tegaskan Teror Kepada Influencer Jadi Kemunduran Demokrasi di Tanah Air
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira merespons masifnya kasus teror terhadap masyarakat sipil belakangan ini. Menurut dia, hal itu menunjukkan peradaban demokrasi Tanah Air mengalami kemunduran.

Dia mengatakan tindakan teror ini telah merebut kebebasan rakyat untuk berekspresi dan bersuara. Hal ini dinilai kontradiktif dengan semangat yang kerap digembor-gemborkan oleh negara ihwal demokrasi.

"Di lain pihak hak rakyat untuk menentukan kepala daerah juga mau diambil," kata Andreas menyinggung rencana soal pilkada tak langsung, ketika dihubungi pada Kamis, 1 Januari 2026.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Padahal, dia berujar sudah menjadi tugas negara untuk melindungi dan menjamin hak-hak konstitusional masyarakat. "Bukan membiarkan teror terhadap warga negara," ucap Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini.

Adapun Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras mencatat, pola pembungkaman kritik berupa teror terhadap masyarakat sipil masif terjadi di pemerintahan Prabowo Subianto. KontraS menduga negara melakukan pembiaran tanpa pengusutan, sehingga teror kerap berulang.

Andreas turut mempertanyakan upaya yang sudah dilakukan pemerintah dalam mengusut kasus teror tersebut. Dia menduga pembiaran ini dilakukan agar masyarakat mengalami ketakutan terhadap tindakan teror tersebut. "Supaya tidak ada kritik dari masyarakat terhadap pemerintah," katanya. 

Sebelumnya Menteri HAM Natalius Pigai mengatakan belum mengetahui ada teror yang menyerang keamanan warga. "Saya sendiri belum tahu. Jadi bagaimana saya percaya mereka diteror? Oleh siapa? Karena apa?" kata dia dalam pesan singkat, Rabu, 31 Desember 2025.

Sebelumnya, aktivis dan sejumlah pemengaruh mendapatkan teror di penghujung 2025. Pemusik asal Aceh DJ Donny misalnya mengaku mendapat kiriman bangkai ayam dan surat ancaman. Rumahnya juga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.

Baca: Ganjar Sebut Kehadiran Megawati Bertemu Presiden Prabowo

‎Selain Donny, pemengaruh asal Aceh bernama Shery Annavita mengaku dikirimi sekantung telur busuk dan mendapat tindakan vandalisme di mobilnya. Tidak hanya itu, rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik juga dikirimi bangkai ayam beserta pesan bernada ancaman. Teror terhadap Iqbal diduga berkaitan kerja-kerja dia sebagai pengkampanye Greenpeace, terutama soal kritik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani bencana Sumatera

‎Teror juga terjadi di dunia maya. Kreator konten Virdian Aurellio mengalami serangan digital setelah rutin mengunggah kondisi pascabencana di Aceh. Akun WhatsApp adiknya diduga diretas dan digunakan untuk mengirim konten pornografi ke sejumlah grup.

‎Selain itu, ada upaya pengambilalihan akun terhadap anggota keluarga lainnya serta pesan-pesan yang mendiskreditkan Virdian yang dikirim ke kerabatnya dari nomor tak dikenal. Teror serangan digital juga menyasar seorang aktor bernama Yama Carlos. Dia mengaku mendapat teror setelah mengunggah video satir soal situasi bencana Sumatera. Bentuk intimidasi yang diterima antara lain pesan WhatsApp ancaman, perintah menghapus konten, serta paket cash on delivery (COD) fiktif yang dikirim ke alamatnya.

Quote