Ikuti Kami

Angie Dorong Emansipasi Perempuan Kabupaten Bandung: Mandiri Berpikir, Tangguh Hadapi Kekerasan

Mulai dari lingkup domestik rumah tangga hingga kebijakan pemerintahan, kontribusi perempuan menjadi penentu wajah Indonesia di masa depan.

Angie Dorong Emansipasi Perempuan Kabupaten Bandung: Mandiri Berpikir, Tangguh Hadapi Kekerasan
Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Angie Natesha Goenadi Go.

Jakarta, Gesuri.id  – Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Angie Natesha Goenadi Go, menegaskan bahwa perempuan bukanlah sekadar pelengkap dalam struktur pembangunan, melainkan pilar utama yang memiliki peran strategis. 

Mulai dari lingkup domestik rumah tangga hingga kebijakan pemerintahan, kontribusi perempuan menjadi penentu wajah Indonesia di masa depan.

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Pusat Kesejahteraan Keluarga Daerah (PKKD) Kabupaten Bandung bersama Dinas PPA pada Selasa (14/4), politisi PDI Perjuangan ini membawa pesan kuat mengenai peningkatan kapasitas diri sekaligus perlindungan martabat perempuan dari segala bentuk kekerasan.

Baca: Rekam Jejak Ganjar Pranowo Telah Teruji dalam Merespon Isu 

Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Angie mengajak kaum perempuan di Kabupaten Bandung untuk tidak berhenti mengasah potensi. Menurutnya, emansipasi di era modern harus dibekali dengan penguasaan literasi digital, kemampuan kepemimpinan, dan keberanian menyuarakan aspirasi.

"Keterlibatan perempuan yang berkualitas akan melahirkan pembangunan daerah yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan," ujar Angie.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa emansipasi yang diperjuangkan adalah emansipasi yang seimbang. Perempuan diharapkan mandiri secara pemikiran dan ekonomi, namun tetap menjaga marwah dan keseimbangan peran sebagai istri serta ibu yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anak.

Selain bicara soal prestasi, Angie memberikan perhatian khusus pada isu sensitif mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pelecehan seksual. Ia menyampaikan pesan menyentuh bagi para perempuan yang mungkin tengah berjuang dalam senyap.

Angie menegaskan bahwa mencari perlindungan bukanlah sebuah kegagalan sebagai seorang istri, melainkan langkah mulia untuk melindungi marwah diri dan memutus rantai trauma bagi generasi mendatang.

"Ibu-ibu jangan ragu mencari perlindungan dan segera melapor ke pihak berwenang atau unit layanan PPA jika mengalami kekerasan. Dokumentasikan bukti sebagai langkah awal. Ingatlah bahwa kamu sangat berharga dan tidak pantas untuk disakiti," tegasnya.

Melalui peran strategis PKKD sebagai penyambung lidah aspirasi masyarakat, Angie berharap perempuan di Kabupaten Bandung dapat bergerak bersama menjadi teladan.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Visi utama yang diusung meliputi:

1. ​Kemandirian Intelektual: Memiliki daya kritis dan literasi yang kuat.

2. ​Ketangguhan Mental: Berani menolak segala bentuk kekerasan dan penindasan.

3. ​Pengabdian Lembut: Tetap menjadi pilar kasih sayang dalam keluarga untuk mencetak generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

​"Mari kita wujudkan emansipasi yang seimbang. Perempuan yang berdaya adalah kekuatan utama bagi kemajuan Kabupaten Bandung sekaligus kunci kesejahteraan keluarga," pungkas Angie menutup sosialisasinya.

Quote