Ikuti Kami

Aria Bima: Branding yang Dibangun di Medsos Harus Selaras dengan Fakta Pelayanan di Lapangan

Masyarakat kini sangat cepat mengenali ketidaksesuaian antara informasi digital dan pengalaman nyata.

Aria Bima: Branding yang Dibangun di Medsos Harus Selaras dengan Fakta Pelayanan di Lapangan
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima mengatakan pemanfaatan media sosial dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kantor Pertanahan (Kantah).

Menurutnya, dengan tingginya ekspektasi masyarakat urban seperti di Jakarta Selatan, kanal digital dianggap perlu dioptimalkan.

Bukan hanya untuk penyebaran informasi, lanjutnya, tetapi juga sebagai ruang komunikasi langsung antara Kantor Pertanahan dan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Aria Bima dalam Rapat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Pertanahan Kota Administratif Jakarta Selatan, Jakarta, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Dikatakan, masyarakat kini membandingkan kualitas pelayanan lintas instansi dan lintas daerah, sehingga penggunaan media sosial harus mengikuti perkembangan perilaku publik yang semakin digital.

Menurut Aria Bima, media sosial kantor pertanahan di Jakarta Selatan sudah memiliki konten yang informatif, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi.

Dia juga menyoroti kebutuhan untuk memastikan bahwa kanal digital bukan sekadar etalase, melainkan menjadi bagian dari strategi layanan yang berkelanjutan.

"Tadi saya buka-buka Tik Toknya, IG-nya, dan Youtube-nya. Ini harus menjadi sarana yang efektif bagaimana branding yang akan dibangun atau value yang akan diwujudkan Kantah ini seperti apa?" ujarnya dalam rapat.

Dijelaskan, keberadaan konten yang menarik saja tidak cukup apabila interaksi dengan masyarakat tidak berjalan. Karena itu, setiap pertanyaan yang masuk melalui kolom komentar sebaiknya direspons tim pengelola media sosial.

"Sudah cukup bagus tapi jadikan media sosial aktif. Kalau ada pertanyaan ini dijawab. Kontennya bagus tapi pada saat ada yang menulis pertanyaan harus direspons karena ini bagian dari branding," kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Aria Bima mengingatkan, branding yang dibangun melalui media sosial harus selaras dengan fakta pelayanan di lapangan. Masyarakat kini sangat cepat mengenali ketidaksesuaian antara informasi digital dan pengalaman nyata.

"Branding ini belum tentu berhasil membangun persepsi. Yang lebih penting adalah faktanya seperti apa" tegasnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah V itu menambahkan, ketidaksesuaian antara informasi di media sosial dengan kenyataan di lapangan dapat menimbulkan masalah baru dan memicu kritik di ruang digital. Jika itu terjadi maka pada akhirnya kontraproduktif bagi citra kantor pertanahan.

"Kalau ada kesenjangan antara pelayanan nyata dan yang ditampilkan di media sosial, itu bisa menjadi persoalan baru di publik," tuurnya.

Aria Bima menilai, pelayanan kantor pertanahan tidak semata soal teknis administrasi, tetapi juga menyangkut perilaku, respons, empati, dan komunikasi.

Media sosial, jika dikelola secara profesional dan konsisten dapat menjadi jembatan untuk menciptakan transparansi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Aria Bima juga menekankan, tuntutan publik akan selalu meningkat dan instansi pelayanan harus beradaptasi dengan cepat di tengah era digital yang berubah terus-menerus.

Quote