Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, melanjutkan kunjungan kerjanya di Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, dengan meninjau langsung pengaspalan jalan di Dukuh Kemloko dan Dukuh Pilangkruk.
Jalan sepanjang masing-masing sekitar 1 kilometer tersebut telah terealisasi melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) yang disalurkan melalui aspirasi Bale Rakyat Aria Bima.
“Oh, ini jalan? Dari mulai yang bagus tadi. Oh, tadi? Berapa kilo? Satu kilonan. Satu kilonan, ya? Ini berapa? 75 dulu? Setara 80-an. 80-an juta, ya? Ini kita bantu jalan satu kilo dulu. Sebelumnya apa ini?” kata Aria Bima saat berdialog dengan warga, dikutip pada Rabu (7/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Aria Bima mendengarkan penjelasan warga terkait kondisi jalan sebelum diperbaiki. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya kondisi aspal di wilayah tersebut sudah rusak parah dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Sebelumnya, Pak Adam, asfalt berhancur. Asfalt berhancur kayak tadi, ya? Kita bantu kurang lebih satu kilo dari Dukuh ke Meloko. Terus, ya? Iya, sampai sana. Waktu itu, kita usulkan, kita ajukan lewat bantuan Corporate Social Responsibility dari PT Pembangunan Perumahan,” ucapnya.
Selain meninjau kondisi jalan, Aria Bima juga berdialog dengan warga pelaku usaha kecil yang merasakan langsung dampak positif dari perbaikan infrastruktur tersebut terhadap aktivitas ekonomi.
“Bu, Ripon, omsetnya Munggan atau Mido? Munggah. Berapa tahun jualan ini? 17 tahun. 17 tahun? Iya. Apa-apa itu? Dari beli masyarakat, stabil atau Mido? Stabil. Stabil, ya? Bukan-bukan pokoknya. Munggah, Bu. Munggah-munggah, bareng-bareng,” lanjutnya.
Aria Bima menjelaskan bahwa peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari tindak lanjut atas aspirasi warga yang meminta agar pengaspalan jalan dapat diteruskan ke ruas berikutnya. Menurutnya, meski pembangunan jalan tersebut sudah cukup lama dilakukan, kondisinya masih baik dan fungsional.
“Saya meninjau pembangunan pengaspalan jalan, ya? Waktu itu ada usulan dari masyarakat di Dukuh, Pilangkruk, Desa Keyongan, Ketamatan Nogosari. Waktu itu perbaikan jalan, Mas Deh? Perbaikan jalan. Berapa? Satu kilo? Satu kilo. Satu kilo muter? Melingkar. Melingkar, ya?” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengajuan bantuan tersebut berasal dari aspirasi masyarakat yang kemudian difasilitasi melalui Bale Rakyat hingga mendapatkan dukungan CSR dari BNI.
“Sudah cukup lama, tapi baru saya lihat hari ini, di mana pengajuan dari masyarakat Dukuh, Pilangkruk, Desa Keyongan ini, saya usulkan pengajuannya ke Balai Rakyat, kemudian kita carikan akses dan dapat di Bank Negara Indonesia BNI,” jelas Aria Bima.
Warga setempat mengakui bahwa jalan tersebut telah digunakan selama beberapa tahun dan masih dalam kondisi kuat serta layak pakai hingga saat ini.
“Lumayan, Mas Deh? Lumayan, Pak. Bisa kuat. Ini berarti setahun-setahun ini? Hampir lima tahun. Hampir lima tahun, ya? Kuat, ya? 2001,” tanyanya.
Aria Bima menegaskan, aspirasi warga untuk melanjutkan pengaspalan jalan berikutnya telah ia terima dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada. Ia berharap pembangunan infrastruktur desa terus berlanjut guna menunjang aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Boyolali.

















































































