Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI I Nyoman Parta menyoroti persoalan pengangguran lulusan sarjana akibat kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.
Ia mendorong pengembangan sistem pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan pengalaman kerja, salah satunya melalui program kuliah sambil magang di luar negeri yang dikembangkan Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC), bagian dari program pendidikan OTC Bali.
“Industri saat ini membutuhkan orang-orang yang memiliki pengetahuan secara intelektual, tetapi juga mengetahui bagaimana praktik di lapangan,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).
Menurut Parta, perguruan tinggi perlu memberikan ruang lebih besar bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum menyelesaikan pendidikan. Dengan demikian, lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan perusahaan.
Ia menilai, pola pendidikan yang terlalu berpusat pada pembelajaran di kampus berpotensi membuat mahasiswa memiliki keterbatasan pengalaman ketika memasuki dunia kerja. Padahal, pengalaman profesional menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Poltek OTC mengembangkan konsep pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan pengalaman magang di luar negeri. Dalam skema yang dipaparkan, mahasiswa menjalani perkuliahan teori dan praktik di kampus pada semester pertama dan kedua.
Selanjutnya, mahasiswa direncanakan mengikuti program magang di Taiwan pada semester ketiga dan keempat. Mereka kemudian kembali ke kampus pada semester kelima untuk mempelajari manajemen.
Pada semester keenam dan ketujuh, mahasiswa kembali menjalani program magang di luar negeri, dengan Guam disebut sebagai salah satu tujuan penempatan. Sementara itu, pada semester kedelapan, mahasiswa menyelesaikan tugas akhir berbasis proyek sebelum menuntaskan pendidikan.
Melalui skema tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh bekal akademik sekaligus pengalaman langsung menghadapi lingkungan kerja internasional. Pengalaman itu juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, penguasaan bahasa asing, kedisiplinan, dan kemampuan profesional.
Politisi asal Gianyar tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum perguruan tinggi. Menurutnya, perkembangan dunia kerja berlangsung cepat sehingga lembaga pendidikan perlu memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Ia berpandangan, mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari teori di ruang kelas. Mereka perlu terlibat langsung dalam lingkungan industri untuk memahami perkembangan keterampilan, teknologi, dan standar profesional yang diterapkan di lapangan.
“Ilmu terbaru itu tidak hanya didapatkan di kampus, tetapi juga di industri,” ucapnya.
Pengalaman magang, lanjutnya, dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik kerja. Mahasiswa memiliki kesempatan menerapkan pengetahuan yang dipelajari sekaligus memahami tuntutan pekerjaan secara langsung.
Bekal tersebut dinilai penting bagi lulusan yang ingin berkarier di sektor pariwisata, perhotelan, maupun kapal pesiar. Meski demikian, peluang bekerja di sektor-sektor tersebut tetap ditentukan oleh persyaratan perusahaan, kompetensi, kemampuan bahasa, dan kualifikasi masing-masing posisi.
Konsep pendidikan yang dikembangkan Poltek OTC sejalan dengan pandangan bahwa perguruan tinggi perlu memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan industri. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga harus membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja.
Melalui kombinasi perkuliahan dan magang, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dengan gelar Sarjana Terapan Pariwisata serta pengalaman kerja internasional sebagai nilai tambah.
Sementara itu, tema wisuda OTC Bali, Madara Kirana Abhinaya, mengangkat pesan mengenai semangat, kompetensi, dan kontribusi bagi masyarakat. Tema tersebut juga menekankan pentingnya memperluas wawasan, memperkuat kolaborasi, serta mengutamakan kepentingan peserta didik.
Pada akhirnya, keberhasilan konsep kuliah sambil magang di luar negeri tidak hanya diukur dari lamanya pengalaman kerja atau potensi pendapatan peserta. Kualitas pembelajaran, kepastian penempatan, perlindungan mahasiswa, pengakuan akademik, dan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri juga menjadi faktor penting dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing.

















































































