Serang, Gesuri.id — Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa, mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat sistem antisipasi bencana secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, penguatan mitigasi tidak boleh berhenti pada sistem peringatan dini, melainkan wajib mencakup kesiapan logistik, modernisasi peralatan, hingga edukasi masyarakat.
Desakan tegas ini disampaikan Yeremia usai memimpin monitoring ke BPBD Provinsi Banten dan BMKG Wilayah Banten, Kamis (10/9).
Ia menekankan bahwa posisi geografis Banten sangat rentan terhadap berbagai ancaman, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan El Niño, cuaca ekstrem, hingga potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Kita tidak boleh menunggu bencana datang baru bergerak. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi, sistem peringatan harus berfungsi sebelum masyarakat membutuhkan, dan logistik harus tersedia sebelum masyarakat meminta," tegas Yeremia.
Yeremia menyoroti pentingnya dukungan anggaran yang memadai bagi instansi kebencanaan. Fraksi PDI Perjuangan menilai alokasi dana kebencanaan seyogianya dipandang sebagai investasi keselamatan masyarakat, bukan sekadar belanja tak terduga setelah musibah terjadi.
Secara khusus, ia meminta BPBD memperkuat buffer stock logistik serta mendistribusikannya secara proporsional ke wilayah rawan bencana. Pasokan tersebut meliputi makanan siap saji, tenda, obat-obatan, hingga kebutuhan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
"Fasilitas gudang saat kami periksa sudah tidak mencukupi. Kami meminta Pemprov Banten memperluas atau membangun gudang tambahan di lokasi strategis agar bantuan bisa terdistribusi lebih cepat," ungkapnya.
Selain logistik, Yeremia mendesak modernisasi peralatan kebencanaan, terutama sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS). Pemerintah diminta tidak sekadar memasang alat, tetapi menjamin perawatan rutin, integrasi jaringan, dan ketersediaan daya listrik cadangan.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Saat mendatangi BMKG Wilayah Banten, Yeremia mengingatkan agar data ilmiah mengenai cuaca ekstrem maupun potensi gempa tak berhenti sebagai informasi semata.
"Jangan sampai informasi BMKG sudah tersedia, tetapi terlambat diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan. Begitu potensi ancaman terdeteksi, keputusan harus cepat diambil, peringatan diteruskan, dan masyarakat tahu apa yang harus dilakukan," jelas Yeremia.
Menutup keterangannya, Yeremia menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, Basarnas, PMI, relawan, hingga dunia usaha.
"Deteksi lebih awal, informasi lebih cepat, tindakan lebih tepat. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama," pungkasnya.

















































































