Jakarta, Gesuri.id - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Solo menyatakan komitmen penuh untuk mengawal aspirasi warga Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasarkliwon, terkait desakan relokasi Pasar Ayam Mojo yang dinilai sudah tidak layak.
Kondisi pasar yang berada di tengah pemukiman padat, dekat fasilitas pendidikan, dan rumah sakit tersebut dianggap menjadi sumber polusi udara serta limbah yang mengganggu kesehatan lingkungan.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo, Baruna Wasita Aji, menegaskan bahwa permasalahan ini merupakan persoalan lama yang telah dihadapi masyarakat selama puluhan tahun.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Kami sebagai Fraksi PDI Perjuangan sangat mendukung relokasi tersebut. Permasalahan ini sudah lama, Mas, sudah puluhan tahun. Masyarakat di wilayah sana sudah banyak mengeluh karena limbahnya. Apalagi sekarang di sana menjadi kawasan sekolah, tentu keberadaan pasar ayam sangat mengganggu lingkungan," ujar Baruna.
Baruna mengungkapkan bahwa sejumlah perwakilan RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat telah mendatangi kantor DPRD Solo untuk melakukan audiensi dengan Komisi II. Dalam diskusi tersebut, terungkap betapa besarnya keinginan warga agar aktivitas pemotongan dan penjualan ayam segera dipindah ke lokasi yang lebih tepat.
"Kemarin memang beberapa RT, RW datang audiensi ke kantor DPRD dan kami di Komisi II sudah bertemu. Diskusi di sana menunjukkan permintaan relokasi sangat besar. Ini masalah menahun yang harus segera ada solusinya," katanya menjelaskan.
Meskipun dukungan politik sudah bulat, Baruna mengakui bahwa kendala utama saat ini adalah ketersediaan lahan pengganti yang representatif. Pasar ayam memerlukan area yang cukup luas, diperkirakan mencapai 3.000 meter persegi, dengan akses transportasi yang memadai agar tidak menimbulkan masalah baru di lokasi tujuan.
"Persoalannya, kita belum menemukan tempat yang luasannya pas. Saya belum tahu detail aset mana yang siap digunakan karena itu ranah dinas terkait, kami belum sounding lebih dalam ke bagian aset," katanya menjelaskan.
Namun, ia menyebutkan bahwa sempat muncul opsi untuk memindahkan pasar tersebut ke wilayah Solo Utara, tepatnya di sekitar kawasan Ring Road. Lokasi tersebut dinilai lebih strategis dan jauh dari pemukiman padat penduduk.
"Dulu opsinya ada di Solo Utara dekat Ring Road, bekerja sama dengan Provinsi. Tapi saya kurang tahu kenapa saat ini terkendala, mungkin karena saat itu saya belum di posisi (jabatan) ini. Yang jelas, wilayah utara memang lebih memungkinkan," kata Baruna.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Saat ditanya mengenai kemungkinan revitalisasi bangunan pasar di lokasi lama, Baruna menyatakan bahwa arah kebijakan saat ini lebih condong pada pemindahan total (relokasi) sesuai dengan aspirasi warga.
"Kalau ditanya revitalisasi, kami belum bisa mengutarakan itu. Tapi arahnya memang relokasi. Permintaan warga adalah dipindah, bukan diperbaiki di sana. Sudah tidak pas lagi kalau pasar ayam berdampingan dengan rumah sakit dan sekolah. Baunya sangat mengganggu," kata dia.
Baruna memastikan Fraksi PDI Perjuangan akan terus menekan dinas terkait untuk segera mencari lahan pengganti agar proses relokasi bisa dilakukan secepatnya. "Saya sangat berkomitmen mengawal ini. Masalah ini harus segera ditangani karena kondisinya sudah sangat tidak ideal bagi warga Mojo," ujar dia.

















































































