Ikuti Kami

Bicara Investasi hingga Kerukunan 24 Suku, Krisantus Kurniawan Ajak Umat Katolik Bangga Jadi Warga Kalbar

Potensi besar ini harus dikelola lebih optimal agar manfaat investasi benar-benar menyentuh rakyat kecil, bukan sekadar angka di atas kertas

Bicara Investasi hingga Kerukunan 24 Suku, Krisantus Kurniawan Ajak Umat Katolik Bangga Jadi Warga Kalbar
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si.,

​Pontiqnak, Gesuri.id – Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., dalam perayaan HUT ke-5 Bapak-Bapak Katolik (BAPAKAT) Paroki Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak, Sabtu (25/7/2026), membawa pesan mendalam bagi pembangunan daerah.

​Di hadapan para jemaat, Krisantus menyoroti kekayaan sumber daya Kalimantan Barat yang melimpah. Menurutnya, potensi besar ini harus dikelola lebih optimal agar manfaat investasi benar-benar menyentuh rakyat kecil, bukan sekadar angka di atas kertas.

Baca: 

​"Pengelolaan investasi harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, saya memohon doa dan dukungan seluruh umat agar perjuangan membangun daerah ini berjalan lancar," tutur Krisantus.

​Momen ini menjadi kali kedua Krisantus menyapa keluarga besar BAPAKAT MRPD sejak menjabat sebagai Wagub. Ia mengaku kagum dengan pesatnya perkembangan dan semangat pelayanan organisasi ini meski usianya baru menginjak lima tahun.

​Tak hanya soal investasi dan keorganisasian, Krisantus memanfaatkan momentum ramah tamah tersebut untuk mengajak masyarakat berkontribusi nyata melalui hal sederhana: tertib pajak daerah.

​Ia mengimbau pemilik kendaraan berplat luar untuk segera memutasikannya ke plat Kalimantan Barat demi menyokong pembangunan infrastruktur daerah. Terlebih, Pemprov Kalbar siap menggelar program pemutihan pajak kendaraan bermotor pada Agustus mendatang.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Menutup arahannya, Krisantus mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah yang dihuni sekitar 24 suku. Ia berharap umat Katolik bisa menjadi teladan dalam merawat toleransi dan persatuan.

​"Silakan bangga dengan identitas suku masing-masing, tetapi yang tidak kalah penting adalah bangga menjadi warga Kalimantan Barat. Di sinilah tempat kita hidup, berkarya, dan membangun masa depan bersama," tegasnya.

Quote