Ikuti Kami

Buka Ruang Ekspresi Bartender Muda, Koster Siapkan Ajang Mixoflair Nasional

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem industri minuman lokal sekaligus menunjang Bali sebagai destinasi wisata kelas duni

Buka Ruang Ekspresi Bartender Muda, Koster Siapkan Ajang Mixoflair Nasional
Gubernur Bali Wayan Koster.

Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mempromosikan arak Bali melalui seni meracik minuman (mixology) dan pertunjukan akrobatik bar (flairing) atau yang dikenal sebagai mixoflair. 

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem industri minuman lokal sekaligus menunjang Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

​"Ini keterampilan yang langka. Saya yakin anak-anak muda Bali dianugerahi talenta ini, yang sangat cocok mendukung Bali sebagai destinasi wisata dunia melalui produk lokal unggulan seperti arak," ujar Koster saat membuka Kompetisi Mixology and Flair Arak Bali 2026 di Denpasar, Minggu (10/8).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Pada tahap awal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memfasilitasi 23 bartender atau pramutama bar lokal dalam ajang tersebut. Koster menilai, selain bertalenta, para peserta mampu mengangkat nilai jual produk arak legal hasil olahan petani lokal.

​Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Bali berencana menyiapkan pembinaan berkelanjutan, ruang unjuk bakat di tempat publik, hingga menggelar kompetisi berkala skala nasional.

​"Jika di tingkat nasional belum ada wadahnya, kita yang buat kejuaraannya, misalnya tingkat nasional Piala Gubernur. Mengingat kejuaraan dunia digelar berpindah-pindah setiap bulan, kita harus lebih sering mengadakan kompetisi di daerah," tegasnya.

​Selain ajang formal, Koster menginstruksikan dinas terkait untuk memanfaatkan ruang publik seperti Lapangan Niti Mandala Renon sebagai sarana atraksi rutin bagi para bartender muda.

​Tak hanya mengasah bakat, Koster juga menyoroti pentingnya sertifikasi profesi bagi para bartender. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, mengingat masih ada pelaku usaha industri hotel, restaurant, and cafe (horeka) yang memberikan apresiasi belum sepadan dengan keahlian mixoflair.

​Penguatan peran generasi muda ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri arak Bali dari hulu ke hilir. Di sektor hulu, produksi melibatkan petani lokal, perajin, dan koperasi pengurus izin, sedangkan sektor hilir diperkuat lewat kreasi penjualan yang inovatif.

​"Mata rantainya luas. Ini profesi prospektif yang harus dibina secara serius. Ekonomi rakyat harus diurus dengan benar karena membuka lapangan kerja baru dan mencetak SDM berdaya saing global," tambah Koster.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Dukungan ini membuahkan hasil. Dalam waktu dekat, dua bartender muda asal Bali dijadwalkan mewakili Indonesia pada kompetisi mixology and flair tingkat internasional di Las Vegas, Amerika Serikat, dan Polandia.

​Koster berharap, melalui intensitas latihan dan kompetisi yang berkesinambungan, akan lahir lebih banyak talenta muda Bali yang mampu membawa harum nama daerah dan mengenalkan minuman khas Bali di panggung dunia.

​"Kita berkumpul di sini untuk memetakan langkah pemanduan, pemberdayaan, dan fasilitas terbaik agar bakat mereka terus berkembang," pungkasnya.

Quote