Jakarta, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terus mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.
Bupati Kabupaten Banyuasin, Askolani, mengatakan, pada tahun ini pihaknya menargetkan penambahan 44 dapur SPPG dari total kebutuhan sebanyak 78 SPPG yang direncanakan untuk mendukung keberlanjutan program nasional tersebut.
"Untuk mengoptimalkan Program MBG, kami mengupayakan pembangunan 44 SPPG tambahan pada tahun ini dari target keseluruhan 78 SPPG," kata Askolani di Pangkalan Balai, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan dapur SPPG dirancang untuk melayani sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta didik maupun non peserta didik. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Banyuasin tidak hanya memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta.
"Lahan milik Pemkab Banyuasin cukup tersedia untuk pembangunan SPPG sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk SPPG khusus wilayah 3T. Selain itu, kami juga mendorong kolaborasi dengan pihak swasta melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR," ujarnya.
Menurut Askolani, secara umum pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Banyuasin telah berjalan dengan baik. Namun demikian, kualitas layanan dan jangkauan program tetap perlu dijaga serta ditingkatkan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh proses penyajian makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi, guna memastikan makanan yang disajikan higienis dan aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.
"Seluruh bahan makanan harus diperiksa secara teliti agar tetap higienis dan terhindar dari potensi penyakit atau bakteri," katanya.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Pemkab Banyuasin melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan MBG. Evaluasi tersebut dilakukan agar setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka stunting akibat kekurangan gizi kronis, serta meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak.
Melalui upaya percepatan pembangunan SPPG dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Bupati Askolani berharap pelaksanaan Program MBG pada 2026 dapat berjalan lebih baik, berkualitas, dan menjangkau seluruh desa di Kabupaten Banyuasin, baik untuk peserta didik maupun non peserta didik sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.

















































































