Ikuti Kami

Bupati Eliyunus Terus Lakukan Koordinasi Pascabencana Banjir

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci. Jalan dan jembatan, air bersih, serta ketersediaan listrik yang stabil

Bupati Eliyunus Terus Lakukan Koordinasi Pascabencana Banjir
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu saat menerima kunjungan Dr. Sorni Paskah Daeli, M.Si., Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial, Ekologi, dan Budaya Kemenko PMK - Foto: Istimewa

Nias Barat, Gesuri.id - Angka kemiskinan di Nias Barat masih berada di sekitar 22,47 persen, sementara lebih dari 53 persen PDRB daerah bertumpu pada sektor pertanian dan kelautan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu saat menerima kunjungan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam rangka monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana di Kabupaten Nias Barat.

"Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci. Jalan dan jembatan, air bersih, serta ketersediaan listrik yang stabil dinilai sangat menentukan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya dikutip Sabtu (10/10/2026).

Terkait bencana banjir, Bupati Eliyunus menyampaikan bahwa pada September 2026 sebanyak 695 KK di 13 desa pada 4 kecamatan terdampak.

"Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendorong penanganan sungai dan pengendalian banjir yang lebih permanen," tuturnya.

Sementara itu, Dr. Sorni Paskah Daeli Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial, Ekologi, dan Budaya Kemenko PMK, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah, khususnya setelah terjadinya bencana.

"Penanganan pascabencana tidak cukup hanya berorientasi pada pemulihan sesaat, tetapi harus diarahkan pada penguatan ketahanan masyarakat dan pembangunan yang lebih berkelanjutan," ucapnya.

Quote