Ikuti Kami

Bupati Endah: Gotong Royong Kekuatan Pembangunan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Gotong royong bukan sekadar kegiatan bersama untuk menyelesaikan pekerjaan.

Bupati Endah: Gotong Royong Kekuatan Pembangunan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Kepyakan Gotong Royong Kapanewon Wonosari Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan gotong royong menjadi kekuatan utama pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran infrastruktur yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikannya saat pelaksanaan Kepyakan Gotong Royong Kapanewon Wonosari Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026).

“Gotong royong bukan sekadar kegiatan bersama untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan kesediaan saling membantu demi kepentingan bersama,” ujar Endah dalam Kepyakan Gotong Royong Wonosari, Kamis (10/09).

Menurut Endah, semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa masih sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan saat ini. Sinergi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, TNI, dan Polri dinilai menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi Gunungkidul.

Pemkab Gunungkidul juga berencana mengembangkan program gotong royong mulai 2027. Jika selama ini pelaksanaannya berbasis kalurahan, ke depan program tersebut akan diperluas hingga tingkat padukuhan atau dusun.

“Insyaallah nanti ada 1.429 dusun yang akan menerima dukungan material gotong royong. Karena itu setiap dusun perlu segera memetakan kebutuhan yang paling mendesak untuk ditangani,” katanya.

Selain memperluas cakupan program, Pemkab Gunungkidul akan memprioritaskan penanganan sedimentasi sungai di sejumlah wilayah yang rawan banjir. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara DPRD, BPBD, dan Dinas Pekerjaan Umum dengan memanfaatkan momentum musim kemarau untuk pengerjaan di lapangan.

Endah mengatakan percepatan penanganan sedimentasi penting dilakukan agar masyarakat tidak kembali menghadapi ancaman banjir setelah sebelumnya mengalami persoalan kekeringan.

Di sektor pariwisata, pemerintah daerah juga berencana mengalokasikan dukungan gotong royong untuk sejumlah kawasan wisata. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur menuju destinasi wisata sehingga semakin mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Panewu Wonosari Dwi Windarsih melaporkan seluruh persiapan pelaksanaan Kepyakan Gotong Royong Tahun Anggaran 2026 telah dilakukan dan kegiatan dimulai secara serentak.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah kalurahan, kapanewon, dan masyarakat yang dipimpin oleh Tim Pelaksana Kegiatan di masing-masing kalurahan,” ujarnya.

Dwi menyebutkan pelaksanaan Kepyakan Gotong Royong tahun ini melibatkan sekitar 1.050 peserta. Kegiatan tersebut juga didukung anggaran operasional yang telah disiapkan melalui DPA Kapanewon Wonosari.

Bupati Endah berharap semangat gotong royong tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, fasilitas umum, saluran air, serta berbagai sarana yang menjadi kebutuhan bersama.

“Dengan kebersamaan, berbagai persoalan akan lebih ringan diselesaikan dan berbagai potensi daerah akan lebih mudah dikembangkan,” tandasnya.

Quote