Gunungkidul, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga politisi PDI Perjuangan Endah Subekti Kuntariningsih meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di wilayah itu menghindari praktik pungutan liar (pungli), gratifikasi, dan segala bentuk penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
"Jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Kewenangan adalah tanggung jawab, bukan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi," kata Endah dalam acara pembinaan pegawai Kapanewon (Kecamatan) Nglipar di Bangsal Paseban, Kapanewon Nglipar, dikutip Kamis (22/10/2026).
Endah menegaskan bahwa ASN harus memegang teguh integritas dalam menjalankan tugas karena jabatan merupakan amanah yang wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, jujur, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"ASN wajib menghindari praktik pungutan liar, gratifikasi, dan segala bentuk penyalahgunaan wewenang," ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh ASN, khususnya di Kapanewon Nglipar, untuk membangun budaya kerja yang saling menghormati, terbuka terhadap evaluasi, dan berorientasi pada hasil, serta menerapkan kepemimpinan yang mampu menjadi teladan bagi pegawai lainnya.
"Kapanewon merupakan salah satu garda terdepan pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Kualitas pelayanan di tingkat kapanewon turut menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab," katanya.
Menurut dia, semangat "Pamong Nglayani lan Ngayomi" harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dengan memberikan kemudahan dan kepastian pelayanan kepada masyarakat, serta membantu menyelesaikan persoalan tanpa membeda-bedakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
"Jangan bekerja sekadar menggugurkan kewajiban. Bekerjalah dengan kesadaran bahwa setiap tugas yang kita tunaikan merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan daerah," ujarnya.
Ia menilai ASN harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, bukan justru menambah beban melalui prosedur yang berbelit-belit, respons yang lambat, maupun pelayanan yang kurang ramah.
Selain itu, ia meminta para ASN meningkatkan koordinasi agar pekerjaan dapat diselesaikan secara terukur.
"Saya minta seluruh ASN di Kapanewon Nglipar meningkatkan profesionalisme dan kualitas kinerja," katanya.
Untuk memastikan pembinaan berjalan efektif, Endah meminta Panewu (Camat) Nglipar beserta jajarannya melakukan pengawasan secara konsisten, mengevaluasi kinerja secara objektif, serta memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
"Harapannya pembinaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diikuti perubahan nyata dalam perilaku kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

















































































