Jakarta, Gesuri.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong agar berbagai peluang investasi serta kemitraan internasional dari ajang Jakarta Film Summit (JFS) 2026 dapat terealisasi dalam bentuk aksi nyata guna memosisikan Jakarta sebagai pusat produksi atau hub film di kawasan Asia Tenggara.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem perfilman tersebut saat menutup gelaran JFS 2026 di Park Hyatt Jakarta, Jakarta Pusat. Forum yang mempertemukan ratusan insan perfilman, investor, dan mitra internasional dari berbagai negara ini berfokus pada percepatan industri film, penyederhanaan perizinan, peningkatan akses modal, hingga peluang kolaborasi produksi antarnegara.
“Selama berlangsung, forum ini telah mempertemukan lebih dari 500 peserta, mulai dari insan perfilman, pelaku industri, investor, hingga mitra internasional untuk membuka ruang kolaborasi dan memperkuat ekosistem perfilman di Asia Tenggara,” ujar Rano Karno, dikutip Kamis (22/10/2026).
Dalam rangka menunjang iklim industri sinema yang kompetitif, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan kemudahan melalui peran Jakarta Film Commission (JFC) lewat program Filming in Jakarta untuk membantu pengurusan izin lokasi syuting.
Selain itu, pemda juga memberlakukan insentif berupa potongan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) hingga 50 persen bagi pemutaran film lokal di bioskop wilayah Jakarta.
Melalui berbagai dukungan kebijakan, kemudahan regulasi, serta penyelenggaraan program lanjutan seperti Jakarta Scouting Day, Rano Karno berharap Jakarta dapat bertransformasi menjadi kota sinema global yang menarik minat produser internasional serta memperbesar kontribusi sektor ekonomi kreatif bagi pembangunan daerah.

















































































