Jakarta, Gesuri.id - Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, meminta perusahaan dan masyarakat proaktif menghadapi kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak.
“Ya, saya kira mereka juga harus care dan dan cepat tanggap terhadap situasi ini. Kita sudah mengeluarkan surat edaran, mengerahkan kekuatan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di tingkat bawah ya,” ujar Yohanes Ontot di Sanggau, Sabtu (5/9/2026).
Yohanes juga mendorong jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa dan dusun untuk segera melaporkan apabila terdapat persoalan air bersih yang membutuhkan penanganan cepat. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan dasar warga dapat segera ditangani.
“Nah, kita berharap perusahaan dan masyarakat proaktif. Camatnya, kadesnya, atau kadusnya, kawil kan, proaktif kalau ada persoalan yang sangat urgen, krusial terkait dengan apa, kebutuhan air masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sanggau telah bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam upaya pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau.
Selain memastikan distribusi air berjalan, Yohanes mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak. Ia meminta warga tidak menggunakan air secara berlebihan mengingat kondisi kemarau dapat menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.
"Ya, jadi semua orang harus care ini kan, air ini kan kebutuhan mendasar. Ya, artinya penggunaan air juga harus di harus dibatasi, jangan sembarang sikat-sikat, ya berhematlah,” ucapnya.
Yohanes juga meminta perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sanggau turut memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional masing-masing. Menurutnya, kepedulian perusahaan terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat.
Ia secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga sungai dari pencemaran maupun sedimentasi yang dapat mengganggu kualitas dan fungsi sumber air.
Menurut Yohanes, kondisi kemarau membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah daerah, perusahaan, aparat keamanan, perangkat desa, hingga masyarakat harus bergerak secara proaktif agar persoalan air bersih dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau sekaligus mendorong kesadaran bersama untuk menjaga sumber-sumber air dan lingkungan secara berkelanjutan.

















































































